Profile

Cover photo
Joko Sigit Pangarso
Works at PT ADSW
Attends SMA Kolese de Britto
Lives in Yogyakarta 55211, Indonesia
20 followers|115,475 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
My Profile ... (monkey he..he...)
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
MENGAPA MALU MENANAM SINGKONG?

Singkong sejauh ini masih dipandang sebelah mata. Almarhum Arie Wibowo di tahun 1980-an menggubah sebuah lagu pop yang  berjudul  “Anak Singkong”. Dalam lirik-liriknya yang bernada jenaka, lagu itu menggambarkan keterpurukan singkong dibandingkan dengan keju. Ya, singkong memang selalu dipandang remeh. Namun dengan “singkong” mata siapa saja bisa terbelalak lebar, karena ternyata singkong mampu menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan dan memiliki kemampuan untuk “memerdekakan” tidak sedikit anak bangsa ini untuk hidup menjadi lebih sejahtera.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
Menurut Mahatma Gandhi 
ada tujuh dosa besar yang dilakukan manusia di dunia, yakni: 

1. Kaya tanpa kerja (Wealth without work ) 
2. Kesenangan tanpa kata/suara hati (Pleasure without conscience) 
3. Pengetahuan tanpa karakter (Knowledge without character) 
4. Perdagangan tanpa moral (Commerce without morality) 
5. Ilmu tanpa kemanusiaan (Science without humanity) 
6. Ibadah tanpa pengorbanan (Worship without sacrifice) 
7. Politik tanpa prinsip (Politics without principle)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU - 4
Cupu Manik Hayuningrat SUBALI-SUGRIWA dan RETNA ANJANI Dan manakala sang Dewi menerima  Cupu Manik Hayuningrat . Batara Surya berkata : ”...
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
20 people
Yuanila VJ's profile photo
Nugroho Angkasa's profile photo
Isakti Wijaya Bw's profile photo
yennita puspitasharie's profile photo
Feby Diny's profile photo
Roy GoodFellas's profile photo
Leo Murwanto's profile photo
William Maitimo's profile photo
Bita Logam's profile photo

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
GAMBARAN UMUM
BUDIDAYA SINGKONG JARAK PENDEK &
BUDIDAYA ULAT SUTERA PEMAKAN DAUN SINGKONG
*Joko Sigit Pangarso (JSP) *

PENDAHULUAN
Singkong sejauh ini masih dipandang sebelah mata. Almarhum Arie Wibowo di tahun 1980-an menggubah sebuah lagu pop yang  berjudul  “Anak Singkong”. Dalam lirik-liriknya yang bernada jenaka, lagu itu menggambarkan keterpurukan singkong dibandingkan dengan keju. Ya, singkong memang selalu dipandang remeh. Namun dengan “singkong” mata siapa saja bisa terbelalak lebar, karena ternyata singkong mampu menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan dan memiliki kemampuan untuk “memerdekakan” tidak sedikit anak bangsa ini untuk hidup menjadi lebih sejahtera.
Singkong merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, atau kasape. Singkong berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Singkong berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.

Di Indonesia singkong dikenal dengan beberapa nama sesuai dengan daerahnya, seperti : Tela (Jawa), Kasubi (Gorontalo), Lame Kayu (Makassar), Kesela (Bali), Ubi Kayee (Aceh). Singkong memiliki kandungan gizi yang terbilang cukup lengkap, seperti kalori, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin, dan protein. Dengan kandungan gizi yang lumayan lengkap tersebut, menjadikan singkong dipilih sebagai salah satu jenis makanan pokok oleh penduduk di beberapa negara di dunia, diantaranya Brasil dan Afrika.

Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong (bentuk Chip) hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar. Situasinya adalah hasil panen singkong dalam negeri sampai 2012 belum bisa memenuhi kebutuhan bahan baku industi sehingga masih harus bersusah-susah impor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri. Bahkan sampai saat ini kita masih mengimpor singkong sebesar 3.000 ton seminggu untuk keperluan industri pangan.

Komoditi singkong sebagai bahan baku industri seperti :
1. Sebagai bahan baku pada industri tepung (gaplek, tapioka dan mocaf), serta bahan baku pada industri makanan ringan seperti kripik singkong, roti atau mie instan. Mocaf (modified cassava flour) diolah dengan memanfaatkan bakteri asam laktat untuk “merusak” granula pati dari dinding sel umbi singkong. Dengan begitu struktur sel dari karakteristik singkong yang diolah menjadi tepung berubah. Lewat fermentasi selama 8 jam, proses pengeringan dan penepungan didapat tepung singkong yang mudah larut. Citarasanya menjadi netral, bau dan rasa singkong hilang sampai 70%.
2. Sebagai bahan baku sektor energi yakni dijadikan bahan bakar jenis bio ethanol pengganti bahan bakar fosil. Bio ethanol juga dipakai dalam industri obat-obatan dan minuman. Singkong dibuat chip yaitu singkong dirajang menjadi potongan kecil-kecil kemudian dikeringkan, untuk chip ini kita masih mengimpor untuk industri pangan serta bioethanol.
3. Limbah padat dari sisa pembuatan turunan singkong (kripik dan tepung)  yang banyak mengandung selulosa bisa dijadikan bahan campuran pembuatan pelet ikan/burung, lem, pupuk organik dan lain-lain.

Saat ini antara produksi dan permintaan mocaf ibarat bumi dan langit. Pasar ekspor singkong masih terbuka luas. Budidaya perkebunan singkong ini adalah salah satu jenis usaha yang sangat prospektif, simple, aman dan sangat menguntungkan dengan keuntungan minimal mencapai 100%  per tahun dan resiko kegagalan sangat minim bahkan hampir 0 %. Dengan teknik budidaya singkong jarak pendek maka akan memperoleh hasil produksi yang lebih optimal.

Harapan kami adalah ingin membebaskan masyarakat agar tidak malu membudidayakan singkong, karena singkong kalau diolah dengan teknologi akan menjadi satu produk yang luar biasa. Bahkan, bisa membebaskan bangsa Indonesia dari ketergantungan impor gandum, selain dapat diolah menjadi produk lanjutan seperti yang sudah disampaikan di atas.


BUDIDAYA SINGKONG MANGGU
Singkong Manggu merupakan salah satu varietas unggul asal Sukabumi dari 10 varietas yang telah dirilis Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI) hingga tahun 2011. 

Adapun beberapa Keunggulan daripada Bibit Singkong Varietas Manggu ini antara lain adalah :
1. Mudah untuk dibudidayakan 
2. Tahan terhadap Serangan Hama Penyakit
3. Tahan terhadap kekeringan
4. Tidak mengandung Racun / dapat dikonsumsi langsung
5. Hasil Produksi Umbinya bisa untuk bermacam kebutuhan antara lain Keripik, MOCAF, Tapioka, Bio - Ethanol, Tapioca Chip, dll
6. Merupakan Varietas MURNI dari Keluarga Manihot Esculenta yang memiliki Sifat Genetika yang STABIL sehingga Hasil Produksinya tetap Konsisten dan juga BATANG nya dapat dijadikan BIBIT untuk Penanaman kembali secara terus-menerus.

Singkong Manggu memiliki produktivitas tinggi, umbi dapat dipanen pada umur 8-10 bulan pasca tanam dan memiliki kadar pati tinggi 27-35% (rata-rata 32%) sehingga berpotensi sebagai bahan chip gaplek, tepung tapioka dan tepung mocaf (pengganti gandum).


LANGKAH-LANGKAH PENGELOLAAN :
Persiapan Lahan :
Tanaman Ubi Kayu jenis Singkong Varietas Manggu dapat tumbuh subur diberbagai daerah diseluruh NUSANTARA pada ketinggian antara 15 - 1500 mdpl (meter dari permukaan laut), akan tetapi akan lebih baik hasil produksinya apabila ditanam pada ketinggian antara 400 - 900 mdpl.
Sebelum melakukan penanaman, maka lahan harus dibersihkan terlebih dahulu dari tumbuhan liar yang mengganggu seperti Rumput, Alang-alang, Gulma, dll dengan menggunakan Cangkul, Parang atau Sabit.

Pengolahan Lahan dan Pemupukan Awal :
Setelah lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman pengganggu, maka segera dapat dilakukan pengolahan tanah dengan menggunakan Cangkul atau Traktor. Bersamaan dengan pengolahan lahan ini juga dilakukan pemupukan awal.

Pembuatan Bedengan / Guludan :
Untuk mendapatkan Hasil Produksi Umbi Singkong Manggu yang optimal maka sebelum ditanami dengan Bibit Singkong Manggu, lahan sebaiknya dibuatkan Bedengan / Guludan yang sesuai untuk budidaya singkong jarak pendek.

Penanaman  bibit yang tepat : 
Setelah Lahan digulud atau dibuat bedengan, maka kini tiba saatnya untuk menanam varietas bibit Singkong unggul yang sangat ideal untuk dibudidayakan secara "Un-Limited" saat ini yaitu : Singkong Manggu.

Perawatan Tanaman :
Perawatan dan pemeliharaan terhadap tanaman akan dilakukan secara terus menerus selama 8-10 bulan sampai masa panen. Perawatan tersebut meliputi : pengairan, penyiangan, pemberian pupuk lanjutan, pengobatan tanaman apabila terserang hama penyakit, dll. Selama masa perawatan ini akan selalu disupervisi dan dimonitoring pertumbuhan dan perkembangannya oleh Tim Ahli dari PT. Agrolestari Jona Sejahtera.

PT Agrolestari Jona Sejahtera adalah perusahaan konsultan sekaligus perusahaan mitra yang siap membeli dan menampung hasil panenan singkong, baik umbi maupun batangnya. PT Agrolestari Jona Sejahtera adalah perusahaan mocaf yang berkedudukan di Dusun Bantulan RT 001/ RW 003, Desa Margokaton, Sayegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pimpinan Perusahaan (Direktur) Ir. B. Triono Utomo lulusan dari Jurusan Teknologi Pertanian UGM Yogyakarta.


BUDIDAYA ULAT SUTERA PEMAKAN DAUN SINGKONG

Selama ini, ulat sutra dikenal sebagai ulat pemakan daun murbei. Namun, ternyata ada juga jenis ulat sutra yang makanannya dedaunan jenis lain. Ulat sutra inilah yang disebut sutra liar. Pemerintah terus mendorong pengembangan industri sutra liar. Sutera tersebut dihasilkan dari ulat-ulat sutera yang mengonsumsi daun singkong sebagai makanan pokoknya.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan, sutra liar dihasilkan dari ulat sutra yang memakan daun tanaman jambu mete, daun alpukat, daun keben, daun jarak, dan juga daun singkong. "Saat ini, prospek pengembangan sutra liar masih sangat luas," kata Euis di Tabanan, Bali, Sabtu (21/12). Menurut Euis, prospek pengembangan sutra liar makin bagus setelah ditemukan ulat sutra yang bisa memakan daun singkong. Apalagi, ulat sutra pemakan daun singkong itu menghasilkan serat yang cukup halus dan panjang. Euis berharap, industri sutra alam yang bersumber dari daun singkong bisa diproduksi secara massal. Potensinya sangat memungkinkan karena tanaman singkong sangat mudah tumbuh dan bisa ditanam di seluruh wilayah nusantara, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Pemanfaatan daun singkong menjadi makanan ulat sutra juga dinilai sebagai nilai tambah bagi tanaman singkong. Serat yang dihasilkan dari ulat sutra yang memakan daun singkong  sudah terbukti bisa menghasilkan kain yang cukup bagus. Warna benang yang dihasilkan putih gading dan seratnya cukup panjang serta tak mudah putus.

Proses pertumbuhan ulat sutra yang makanananya dari daun singkong ini pun tidak butuh waktu lama untuk bisa menghasilkan kokon atau kepompong. Telur-telur akan menetas menjadi ulat dalam waktu tujuh hingga sembilan hari. Kemudian dari  ulat menjadi kokon butuh waktu 28 hari dan sudah  bisa dipanen. Jika kokon tidak dipanen,  maka dia akan menjadi kupu-kupu minimal dalam waktu 10 hari. 

Kokon ulat sutera butuh sejumlah proses sebelum menjadi benang untuk dipintal. kokon adalah materi yang terbuat dari lapisan serat serat sutera, dan berisi pupa. Kokon merupakan hasil akhir dari pemeliharaan ulat sutera yang nantinya akan diproses menjadi benang melalui proses pemintalan.  Kokon harus dibersihkan dulu, direbus, dijemur, setelah dikupas baru kemudian dipintal menjadi benang.


 
 ·  Translate
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
Segitiga Bermuda di Indonesia 
 ·  Translate
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
URIP IKU URUP
URUP TEGESE "PEPADHANG"
PEPADHANG ING SAKIWA TENGEN LAN SAKALIR
 ·  Translate
1
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
AGAMA (menurut) KARTINI ...

Kartini paham bahwa agama cenderung tidak menyatukan manusia melainkan mencerai beraikan manusia. Agama tidak membawa perdamaian namun justeru penyebab kekerasan.

Ya Tuhanku, ada kalanya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, karena agama itu, yang sebenarnya harus mempersatukan semua hamba Allah, sejak dari dahulu-dahulu menjadi pangkal perselisihan dan perpecahan, jadi sebab perkelahian berbunuh-bunuhan yang sangat ngeri dan bengisnya. 

Benarkah agama itu restu bagi manusia? Tanyaku kerap kali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati. Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu! (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31).

===================

Tuhan kami adalah nurani, neraka dan surga kami adalah nurani. 
Dengan melakukan kejahatan, nurani kamilah yang menghukum kami. 
Dengan melakukan kebajikan, nurani kamilah yang memberi kurnia.
(Surat Kartini kepada E.C Abendanon, 15 Agustus 1902).

Bagi Kartini :
Agama yang sesungguhnya adalah KEBATINAN, 
dan agama itu bisa dipeluk 
baik sebagai Nasrani, maupun Islam, dan agama yang lain-lain.
(Surat Kartini, 31 Januari 1903)
 ·  Translate
1
Slamet Rianto's profile photo
 
Ajaran yang begitu unifersal ,tasih wonten seratan karitini sanes ipun mboten pak jsp.menawi wonten mbok njeh di pun serat.di pun ulas ugi rm sosrokartono kakak ipun kartini.
 ·  Translate
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
KYAI AGENG PRAWIRA POERBA (NDARA POERBA)
KYAI AGENG PRAWIRA POERBA (1869-1933) Kyai Ageng Prawira Poerba atau lebih dikenal sebagai “Ndara Poerba” adalah putra dari Gusti Pangera...
 ·  Translate
KYAI AGENG PRAWIRA POERBA (1869-1933) Kyai Ageng Prawira Poerba atau lebih dikenal sebagai “Ndara Poerba” adalah putra dari Gusti Pangeran Haryo Suryometaram I dengan permaisuri yang bernama Raden Ayu Suryometaram. K...
2
Add a comment...

Joko Sigit Pangarso

Shared publicly  - 
 
SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU - 3
"Cupu Manik Astagina - CM Banyu Kahuripan - Cupu Manik Hayuningrat"  Ternyata ada dendam pada Begawan Wisrawa, dari seorang yang sangat s...
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
Have him in circles
20 people
Yuanila VJ's profile photo
Nugroho Angkasa's profile photo
Isakti Wijaya Bw's profile photo
yennita puspitasharie's profile photo
Feby Diny's profile photo
Roy GoodFellas's profile photo
Leo Murwanto's profile photo
William Maitimo's profile photo
Bita Logam's profile photo
Education
  • SMA Kolese de Britto
    present
Basic Information
Gender
Male
Work
Occupation
Abdi Dalem Sinten Mawon
Skills
Mboten Wonten
Employment
  • PT ADSW
    Abdi, present
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Yogyakarta 55211, Indonesia
Previously
Klaten, Jawa Tengah, Indonesia