Profile

Cover photo
Joko Lelono
88 followers|25,400 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
MAKNA SEJATI PEMIKIRAN DAN TINDAKAN IMAM KHOMEINI (RA.)

Revolusi (Iran) bukan (perseteruan) antara (Imam) Khomeini dan Pahlevi. Tepatnya, ia adalah buah suatu pengorbanan 1400 tahun yang lalu, ketika (Imam) Husayn (AS.), Putera (Amiril Mukminin) Ali (ibn Abi Thalib [AS.]) dan cucu Rasulullah (SAW.), melakukan perlawanan terhadap kezaliman Yazidiyah di padang pasir membakar KARBALA. Meskipun menyadari kekuatannya jauh kalah jumlah dan memastikan kesyahidannya. Kekuatan Revolusi Islam (Iran) terpicu dari pengorbanan ini. Imam Khomeini, dengan aksinya memperlihatkan bahwa untuk melawan kezaliman penguasa yang tampaknya sangat kuat, tidak mengharuskan adanya sumber material seperti jumlah besar uang dan dukungan kerajaan ekspansionist, tetapi CUKUP HANYA DENGAN KEYAKINAN PENUH KEPADA JANJI ALLAH YANG PASTI TERPENUHI.
 ·  Translate
It has been almost thirty years since the demise of Ayatollah Ruhollah Khomeini and the world is still trying to figure out the phenomenon he started and the legacy he left behind. The enemies of Islam and freedom are still stunned over what took place in Iran in 1979 and supporters have not yet ...
1
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Wonderful Recitation by Taheri
 ·  Translate
1
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Kediaman Sayyidah Fathimah (AS.) di Mandinah
 ·  Translate
2
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Check it out each time you do it.
 
Do you check your urine color? You should be.
2 comments on original post
1
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
DEMAM BERDARAH
 ·  Translate
 
What are some of the most powerful measures to combat mosquitoes and the dengue virus transmitted by them? http://www.naturalnews.com/046749_mosquito_traps_dengue_fever_West_Nile.html
DIY mosquito trap protects against dengue fever, West Nile and other insect-borne diseases
View original post
1
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Resep Bahagia
 ·  Translate
3
Add a comment...
Have him in circles
88 people
Liputan Islam's profile photo
joe bokeh's profile photo
anwar djabir's profile photo
Pangestu Ningsih's profile photo
Mizan Store's profile photo
Muhammad Nur Jabir's profile photo
tonny s. Mangitung's profile photo
E Rahmawan's profile photo
amir moqawama's profile photo

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Beautiful recitation and clear sound. Great job!!!
1
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Disalin dari http://majalahhaji.blogspot.com

Dialog Imam Ali Zainal Abidin dan Syibli
Seorang murid Imam Ali Zainal Abidin as. bernama Asy Syibli setelah selesai melaksanakan ibadah haji, pergi menemui gurunya untuk menyampaikan apa-apa yang dialaminya selama berhaji. Terjadilah percakapan di antara keduanya. Imam Ali Zainal Abidin (Ali) : Wahai Syibli, bukankah engkau telah selesai mengerjakan ibadah haji ?
Asy Syibli (Syibli) : Benar, wahai Guru.
Ali : Apakah engkau telah berhenti di Miqat, lalu menanggalkan semua pakaian yang terjahit, yang terlarang bagi orang yang sedang mengerjakan haji, dan kemudian mandi ?
Syibli : Ya, benar!
Ali : Adakah engkau ketika berhenti di Miqat juga meneguhkan niat untuk menanggalkan semua pakaian maksiat dan sebagai gantinya mengenakan pakaian taat ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan pada saat menanggalkan semua pakaian yang terlarang itu, adakah engkau menanggalkan semua sifat riya', nifaq, serta segala yang diliputi syubhat ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika mandi serta membersihkan diri sebelum memulai ihram, adakah engkau berniat mandi dan membersihkan diri dari segala pelanggaran dan dosa-dosa ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak berhenti di Miqat, tidak menanggalkan pakaian yang terjahit, dan tidak pula mandi membersihkan diri!

Ketika mandi dan berihram serta mengucapkan niat untuk memasuki ibadah haji, adakah engkau menetapkan niat untuk membersihkan diri dengan cahaya taubat yang tulus kepada Allah SWT ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan pada saat niat ber-ihram, adakah engkau berniat mengharamkan atas dirimu segala yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika mulai mengikatkan diri dalam ibadah haji,adakah engkau pada waktu yang sama telah melepaskan juga ikatan selain bagi Allah ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak membersihkan diri, tidak ber-ihram, dan tidak pula mengikatkan diri dalam ibadah haji!
Bukankah engkau telah memasuki Miqat, lalu shalat ihram dua rakaat, dan setelah itu mulai menyerukan talbiah?
Syibli : Ya, benar.
Ali : Apakah ketika memasuki Miqat engkau meniatkannya sebagai ziarah menuju keridlaan Allah ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika shalat ihram dua rakaat, adakah engkau berniat mendekatkan diri, ber-taqarrub kepada Allah, dengan mengerjakan suatu amalan yang paling utama di antara segala macam amal, yaitu shalat, yang juga merupakan kebaikan yang utama di antara kebaikan-kebaikan yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya.
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak memasuki Miqat, tidak ber-talbiah, dan tidak shalat ihram dua rakaat!

Apakah engkau telah memasuki Masjidil Haram, memandang Ka'bah, serta shalat di sana ?
Syibli : Ya, benar.
Ali : Ketika memasuki Masjidil Haram, adakah engkau berniat mengharamkan atas dirimu segala macam pergunjingan terhadap diri kaum Muslimin ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika sampai di kota Makkah, adakah engkau mengukuhkan niat untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak memasuki Masjidil Haram, tidak memandang Ka'bah, dan tidak pula shalat di sana!

Apakah engkau telah thawaf mengelilingi Ka'bah Baitullah dan telah menyentuh rukun-rukunnya ?
Syibli : Ya.
Ali : Pada saat thawaf, adakah engkau berniat berjalan dan berlari menuju keridlaan Allah yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan tersembunyi ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak thawaf mengelilingi Baitullah dan tidak menyentuh rukun-rukunnya.

Dan apakah engkau telah berjabatan dengan Hajar Aswad dan berdiri (bershalat) di tempat Maqam Ibrahim ?
Syibli : Ya!

Mendengar jawaban itu, Ali Zainal Abidin tiba-tiba berteriak, menangis, dan meratap, dengan suara merawankan hati seperti hendak meninggalkan hidup ini, seraya berucap, “Oh…oh…..Barangsiapa berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, maka seakan-akan ia berjabatan tangan dengan Allah SWT! Oleh karena itu, ingatlah baik-baik, wahai insan yang merana dan sengsara. Janganlah sekali-kali berbuat sesuatu yang menyebabkan engkau kehilangan kemuliaan yang telah kau capai, serta membatalkan kehormatan itu dengan pembangkanganmu terhadap Allah dan mengerjakan yang diharamkan-Nya, sebagaimana dilakukan oleh mereka yang bergelimang dalam dosa-dosa !”
Ali : Ketika berdiri di Maqam Ibrahim, adakah engkau mengukuhkan niat untuk tetap berdiri di atas jalan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan jauh-jauh segala maksiat?
Syibli : Tidak
Ali : Dan ketika shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, adakah engkau berniat mengikuti jejak Nabi Ibrahim a.s. dalam shalat beliau, serta menentang segala bisikan syetan ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu engkau tidak berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, tidak berdiri di Maqam Ibrahim, dan tidak pula shalat dua rakaat di dalamnya.

Apakah engkau telah mendatangi dan memandangi sumur Zamzam dan minum airnya ?
Syibli : Ya.
Ali : Apakah engkau pada saat memandangnya berniat menujukan pandanganmu kepada semua bentuk kepatuhan kepada Allah, serta memejamkan mata dari setiap maksiat kepada-Nya ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu engkau tidak memandangnya dan tidak pula minum airnya!.

Apakah engkau telah mengerjakan sa'i antara Shafa dan Marwah, serta berjalan pulang-pergi antara kedua bukit itu ?
Syibli : Ya, benar.
Ali : Dan pada saat-saat itu, adakah engkau menempatkan dirimu di antara harapan akan rahmat Allah dan ketakutan menghadapi azab-Nya ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak mengerjakan sa'i dan tidak berjalan pulang-pergi antara keduanya!
Engkau telah pergi ke Mina ?
Syibli : Ya.
Ali : Ketika itu, adakah engkau menguatkan niat akan berusaha sungguh-sungguh agar semua orang selalu merasa aman dari gangguan lidah, hati serta tanganmu sendiri ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau belum pergi ke Mina!

Dan adakah engkau telah wuquf di Arafah, mendaki Jabal Rahmah, mengunjungi Wadi Namirah, serta menghadapkan doa-doa kepada Allah di bukit-bukit As Shakharaat ?
Syibli : Ya, benar.
Ali : Ketika berdiri wuquf di Arafah, adakah engkau dalam kesempatan itu benar-benar menghayati ma'rifat akan kebesaran Allah serta mendalami pengetahuan tentang hakikat ilmu yang akan mengantarkanmu kepada-Nya ? Dan apakah ketika itu menyadari benar-benar betapa Allah yang Maha Mengetahui meliputi segala perbuatan, perasaan, serta kata-kata hati sanubarimu ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika mendaki Jabal Rahmah, adakah engkau sepenuh nya mendambakan rahmat Allah bagi setiap orang mukmin, serta mengharapkan bimbingan-Nya atas setiap orang Muslim ?
Syibli : Tidak
Ali : Dan ketika berada di Wadi Namirah, adakah engkau berketetapan hati untuk tidak meng-amar-kan sesuatu yang ma'ruf, sebelum meng-amar-kannya pada dirimu sendiri ? Dan tidak melarang seseorang melakukan sesuatu sebelum engkau melarang diri sendiri ?
Syibli : Tidak
Ali : Dan ketika berdiri di bukit-bukit di sana, adakah engkau menyadarkan diri bahwa tempat itu menjadi saksi atas segala kepatuhan kepada Allah dan mencatatnya bersama-sama para malaikat pencatat, atas perintah Allah, Tuhan sekalian langit ?
Syibli : Tidak.
Ali : Kalau begitu, engkau tidak wuquf di Arafah, tidak mendaki Jabal Rahmah, tidak mengenal Wadi Namirah, dan tidak pula berdoa di tempat-tempat itu !
Apakah engkau telah melewati kedua bukit Al 'Alamain, mengerjakan shalat dua rakaat sebelumnya, dan setelah itu meneruskan perjalanan ke Muzdalifah untuk memungut batu-batu di sana, kemudian melewati Masy'arul Haram ?
Syibli : Ya.
Ali : Dan ketika shalat dua rakaat, adakah engkau meniatkannya sebagai shalat syukur, pada malam menjelang tanggal sepuluh Dzulhijjah, dengan mengharapkan tersingkirnya segala kesulitan serta datangnya segala kemudahan ?
Syibli : Tidak
Ali : Dan ketika lewat di antara kedua bukit itu dengan sikap lurus tanpa menoleh ke kanan atau ke kiri, adakah engkau saat itu meneguhkan niat untuk tidak bergeser dari Islam, agama yang haq, baik ke arah kanan ataupun kiri. Tidak dengan hatimu, tidak pula dengan lidahmu, ataupun dengan semua gerak-gerik anggota tubuhmu yang lain ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika menuju Muzdalifah untuk memungut batu-batu disana, adakah engkau berniat membuang jauh-jauh dari dirimu segala macam maksiat dan kejahilan terhadap Allah dan sekaligus menguatkan hatimu untuk tetap mengejar ilmu dan amal yang diridlai-Nya ?
Syibli : Tidak
Ali : Dan ketika melewati Al Masy'arul Haram, adakah engkau mengisyaratkan kepada dirimu sendiri, agar ber-syi'ar seperti orang-orang yang penuh takwa dan takut kepada Allah Azza wa Jalla ?
Syibli : Tidak
Ali : Kalau begitu, engkau tidak melewati Al 'Alamain, tidak shalat dua rakaat, tidak berjalan ke Muzdalifah, tidak memungut batu-batu di sana, dan tidak pula lewat di Masy'arul Haram.
Wahai, Syibli, apakah engkau telah mencapai Mina, melempar Jumrah, mencukur rambut, menyembelih qurban, bershalat di Masjid Khaif, kemudian kembali ke Makkah dan mengerjakan Thawaf Ifadhah ?
Syibli : Ya, benar.
Ali : Ketika sampai di Mina dan melempar Jumrah, adakah engkau berketetapan hati bahwa engkau kini telah sampai ke tujuan dan bahwa Tuhanmu telah memenuhi segala hajatmu ?
Syibli : Tidak
Ali : Dan pada saat melempar Jumrah, adakah engkau meniatkan dalam hati bahwa dengan itu engkau telah mencukur dari dirimu segala kenistaan dan bahwa engkau telah keluar dari segala dosa seperti ketika baru lahir dari perut ibumu ?
Syibli : Tidak.
Ali : Dan ketika shalat di Masjid Khaif, adakah engkau berniat untuk tidak memiliki perasaan khauf (takut), kecuali kepada Allah serta dosa-dosamu sendiri ? Dan bahwa engkau tiada mengharapkan sesuatu, kecuali rahmat-Nya ?
Syibli : Tidak
Ali : Dan pada saat memotong hewan qurban adakah engkau berniat memotong urat ketamakan dan kerakusan dan berpegang pada sifat wara' yang sesungguhnya? Dan bahwa engkau mengikuti jejak Nabi Ibrahim a.s. yang rela memotong leher putera kesayangannya, buah hati dan penyegar jiwanya, agar menjadi teladan bagi manusia sesudahnya; semata-mata demi mengikuti perintah Allah ?
Syibli : Tidak
U


 ·  Translate
1
Muhammad Nur Jabir's profile photoJoko Lelono's profile photo
2 comments
 
Wa alaykumussalam Ust. Mohon doanya Ustadz, trm ksh.
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
HOW FAR MAGNESIUM HELPS US TO BE HEALTHY?
Magnesium and your health
2
Sugeng Mulyana's profile photo
 
Tekukumaha
Add a comment...

Joko Lelono

Shared publicly  - 
 
Masih tetap racun, namun beda resiko.
 ·  Translate
 
Are you sitting in a room with an e-cig smoker, wondering if the exhale "vapor" is still harmful to you? http://www.naturalnews.com/046738_secondhand_smoke_e-cigs_nicotine.html
Secondhand smoke from e-cigs is less unhealthy than traditional cigs but still contains toxic heavy metals
1 comment on original post
1
Add a comment...
Basic Information
Gender
Male
Other names
Arya
Links