Profile

Cover photo
Ikhwan Sopa
Worked at coaching.qacomm.com
Lives in Jakarta, Indonesia
1,119 followers|1,177,400 views
AboutPostsPhotosYouTube+1's

Stream

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
PERHATIKAN LAYAR ANDA

Perhatikan animasi loading di layar komputer atau gadget anda. Jika berputar lancar, yang diharap muncul biasanya tidak muncul. Jika berputar tersendat, yang anda harap muncul biasanya muncul. Hidup ini seperti itu.

/|\

Bogor, IHA H-11
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
ORANG KETIGA

Lahir di dalam rasa, menjadi orang pertama, yang hanya tenggelam dalam rasa nyaman atau rasa tidak nyaman.

Tumbuh menemukan orang kedua, yang berpikir di antara rasa-rasa. Keduanya lalu bergantian mengendalikan kehidupan.

Semakin lama, dengan makin pandai bermain peran, ia menemukan orang ketiga, yang bijak mengamati dua anak muda pikiran dan perasaan.

Jangan ada orang ketiga, jadilah dia.

/|\

Bogor, IHA H-11
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
HATI-HATI DENGAN YANG ANDA PIKIRKAN

Si kecil Iboy bermain sepeda. Si kecil Iboy terjatuh. Sikunya membentur aspal. Saat benturan itu terjadi ia merasakan benturan dan baru sedikit merasakan sakit. Ia menangis lebih karena kaget. Ia menepi, menatap sikunya, lalu menangis semakin keras karena sikunya mulai semakin sakit.

Iboy tidak sepenuhnya merasakan sakit saat benturan, sebab sepersekian detik sebelumnya pikirannya telah mengantisipasi jatuhnya, lalu pikirannya itu mengorganisir tubuhnya agar lebih siap menghadapi benturan. Antisipasi tubuh inilah yang membuat Iboy tidak terlalu merasakan sakit. Tubuhnya, menyiapkan diri untuk realitas yang akan datang sesuai pikirannya.

Pak Eman, mengalami mekanisme antisipasi mind-body yang sama tapi dalam situasi yang berbeda. Pak Eman mengalaminya di depan audience saat ia harus melakukan presentasi dan public speaking. Jantung Pak eman deg-degan, ketiaknya basah, perutnya mulas, telapak tangannya dingin dan suaranya bergetar.

Pada diri si kecil Iboy mekanisme itu adalah alamiah dan memang sudah sepatutnya. Pada diri Pak Eman, mekanisme itu disebut bias antisipasi. Antisipasi yang tidak tepat karena pikiran yang salah menafsirkan keadaan sebagai situasi survival.

Hati-hati dengan yang anda pikirkan, sebab tubuh anda langsung menyiapkan diri sekiranya apa yang anda pikirkan itu menjadi kenyataan. Tubuh anda sudah terlanjur sakit atau lelah secara fisik dan biologis, tanpa peduli apakah yang anda pikirkan memang menjadi kenyataan atau hanya khayalan. Terlalu sering, anda akan sakit betulan, lengkap secara mental, fisik dan biologis.

Hati-hati dengan yang anda pikirkan, sebab apa yang anda pikirkan adalah perintah kepada tubuh anda untuk menyiapkan diri menghadapi kenyataan. Kemudian, tubuh anda berinteraksi dengan lingkungan dan itu menentukan bagaimana anda bertindak selanjutnya. Apa yang anda khawatirkan bisa datang justru karena anda sendirilah yang mengundangnya.

Hati-hati dengan yang anda pikirkan, pikiran anda menciptakan kenyataan anda.

/|\

Bogor, IHA H-11
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
MIND-BODY INTERVENTION

Bukankah ini menarik? Ketika seseorang mengalami sakit, salah satu nasehat terpenting yang diberikan kepadanya selain asupan obat adalah mengistirahatkan tubuh dan menenangkan pikiran dan ini dipercaya mempercepat proses kesembuhan.

Harmonisnya tubuh dan pikiran pada dasarnya luar biasa. Tubuh adalah pekerja keras yang tangguh dan secara internal terus bekerja dalam mode autopilot. Terhadap segala penyakit, tubuh langsung bereaksi menyembuhkan sesuai dengan tingkat keparahan sakit yang dialami. Tujuannya sederhana, yaitu supaya pikiran tetap bisa bekerja dengan efisien dan efektif dan untuk itu pikiran membutuhkan "wilayah tenang" tertentu.

Ketika sakit, proses penyembuhan pasti digulirkan oleh tubuh dan hanya terhambat atau macet jika hal-hal darurat terjadi misalnya:

1. Malfungsi atau gagalnya suatu organ (hati, ginjal, jantung dsb).
2. Bocornya sistem biologis yang tertutup (mis: pendarahan parah).
3. Misplace/displace jaringan atau tulang dan sebagainya

Ketika kulit kita mengalami goresan ringan dan sedikit berdarah, hanya dengan membersihkan dan melupakannya, satu atau dua hari kemudian kita akan menemukan bahwa luka goresan itu mengering dan sembuh dengan sendirinya. Ciri khas terpenting dalam kasus ini adalah "membersihkan" (memberi perhatian) dan "melupakan" (membebaskan diri dari beban pikiran atau beban mental).

Hanya dalam hitungan menit setelah kita sakit, tubuh kita - dengan bahasa, komunikasi dan mekanismenya sendiri - segera bereaksi menetapkan atensi dan intensi untuk menyembuhkan. Jika kemudian proses itu menjadi lambat, selain poin-poin penghambat dan penggagal di atas sebab utamanya adalah beban mental yang notabene adalah fenomena meta-fisik atau mind yang bekerja melewati batas normalnya.

Setiap keadaan sakit dapat dimaknai sebagai beban mind yang mengakibatkan sakit fisik (body) atau sakit fisik yang mengakibatkan beban mind. Keharmonisan kerja keduanya disebut dengan sehat jasmani dan rohani.

Dalam kondisi sakit, beban mind yang bekerja sampai keluar "wilayah tenang"-nya (sebagai sebab atau sebagai akibat) adalah fenomena yang sulit dimengerti oleh dunia fisik sehingga sulit dipersepsi kecuali dengan pendekatan konsep "urusan energi" (kita tahu bahwa fenomena mental meninggalkan jejak fisik - seperti beban pikiran yang bisa memicu sakit maag - dan jejak meta-fisiknya disebut dengan energi).

Re-harmonisasi yang tidak hanya mengurusi aspek fisik melainkan juga mengurusi hal-hal yang bersifat meta-fisik inilah yang sangat membantu normalisasi atau bahkan percepatan proses kesembuhan seseorang. Dalam hal-hal yang istimewa, re-harmonisasi meta-fisik ini bahkan dapat mempercepat proses kesembuhan sampai ke tingkat yang mengherankan.

Keterampilan dalam melakukan re-harmonisasi itulah yang sama-sama dipelajari di dalam workshop ini.

https://www.facebook.com/events/1595441327375225/

/|\
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
QUANTUM MIND

Harapan itu kemungkinan. Bermain dengan kemungkinan artinya bermain dengan otak kanan. Otak kiri tidak bisa berhadapan dengan harapan sendirian karena ia mengetahui hanya apa-apa yang sudah diketahuinya. Ia butuh suntikan informasi dari otak kanan yang biasa disebut sebagai intuisi. Orang mengatakan otak kiri itu self-reference dan bekerja dalam sistem yang tertutup.

Dalam bahasa informasi, logika otak kiri itu 0 atau 1 dan tidak bisa keduanya, sementara logika otak kanan itu 0 atau 1 atau 0 dan 1 sekaligus. Sayangnya, yang terakhir ini baru dalam tahap riset, eksperimen dan pengembangan.

Maka, sejauh ini apa yang bisa kita lakukan tentang harapan adalah memaksimalkan otak kiri dan dibarengi dengan pengelolaan rasa dan perasaan. Rasa dan perasaan yang seperti apa? Rasa dan perasaan yang atensi dan intensi kita bisa menyimpulkan bahwa harapan itu terwujud setahap demi setahap.

Pilihlah atensi dan intensi yang menguntungkan harapan dan bukan sebaliknya, dan perhatikan rasa dan perasaan yang diciptakannya. Hanya dengan cara seperti ini keran intuisi akan terbuka.

Dan ingat, otak kiri anda tidak akan langsung percaya seperti saat anda membaca status ini. Tutup mata kanan anda dan baca lagi status ini sembari mengetuk-ngetuk ringan bagian kiri kepala anda dan temukanlah seberapa bandelnya otak kiri anda.

Terus lakukan sampai anda merasa semakin nyaman dengan status ini.

/|\
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
QUANTUM KUN FAYAKUN DAN IHSAN KUANTUM

Dalam konteks penciptaan, dikenal dua fenomena yang mendasar yaitu attention dan intention. Attention adalah tentang fokus dari perhatian dan intention adalah tentang arah dari kehendak.

Attention hanya dikenal sebagai fenomena yang dilekatkan kepada makhluk yang diciptakan yang kemudian dititipi dengan secuil kemampuan untuk "menciptakan" sebagaimana manusia mampu menciptakan kursi atau sebagaimana manusia mampu menciptakan listrik dengan mengkonversi energi kinetik dari air terjun. Semua itu, tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sekedar memanfaatkan apa-apa yang sudah diciptakan Tuhan.

Tuhan yang Maha Menciptakan tidak mengenal attention, sebab pengertian attention adalah memfokuskan perhatian pada sesuatu dengan mengabaikan perhatian dari hal-hal yang lain. Attention tidak berlaku bagi Tuhan karena ia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tuhan yang Maha menciptakan dan Al-Jabbar (Maha Berkehendak), jika Ia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Ia hanya berkata "Jadi!" maka jadilah apa yang hendak Ia ciptakan. Kun fayakun.

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia."
QS-Yaasiin:82

Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan segala keterbatasannya dirahmati -  yaitu diberi sekalipun tidak meminta - dengan sebagian kecil kemampuan untuk berkehendak. Dengan kehendak itu, manusia dimungkinkan untuk memilih, di mana "memilih" adalah tidak lebih dari sekedar menetapkan sesuatu dari apa-apa yang sudah ada terlebih dahulu. Tujuan hakiki dari kemampuan memilih adalah agar manusia bisa khusyu' dalam beribadah dan agar manusia dimungkinkan "menciptakan" sesuatu dengan pilihannya itu untuk kehidupan dunia dan akhiratnya.

Attention (fokus perhatian) dan intention (niat atau kehendak spesifik) manusia juga dirahmati dengan sebagian kecil dari kekuasaan Tuhan dalam hal "kun fayakun". Kemampuan ini sudah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan dan uniknya justru berlaku hanya di tingkat mikrokosmos.

Menurut fisika kuantum, segala hal di alam semesta ini terbentuk dari gelombang energi. Jika terhadap suatu gelombang energi diterpakan attention dan intention, maka gelombang itu akan runtuh (collaps) dan berubah perilaku menjadi partikel (materi). Dalam bahasa yang lain, di tingkat kuantum manusia dimampukan untuk "kun fayakun" dengan hanya memberi attention dan intention kepada bahan dasar penciptaan yang terkecil. Dengan kemampuan ini manusia menciptakan materi awal yang bersifat inderawi. Dengan kemampuan ini, manusia menciptakan kenyataan. Dalam perjalanannya menuju penciptaan kenyataan secara makrokosmos, semua proses "penciptaan" oleh manusia tetap ada dalam genggaman kekuasaan Tuhan di mana tentang semua itu kita mengatakan "mungkin" atau "dengan izin Tuhan" atau "insya Allah".

Maka,

1. Tuhan yang Maha Besar menciptakan alam semesta raya dengan "kun fayakun" dan Ia menitipkan kekuatan "kun fayakun" itu kepada manusia justru pada tingkatan yang sekecil-kecilnya. Ini adalah sebuah pesan yang nyata bahwa Tuhan adalah Maha Besar, Maha Berkehendak dan Maha Menciptakan, sementara manusia adalah makhluk ciptaan sebagai hamba yang kebesarannya, kehendaknya dan kemampuannya untuk menciptakan segala sesuatu tidak akan pernah melebihi setetes air dari luasnya samudera.

2. Kemampuan manusia untuk memfokuskan perhatian secara terbatas (attention) dan kemudian menciptakan kenyataan kehidupan dengan kehendaknya (intention), tidak akan pernah lepas dari fokus perhatian Tuhan yang Maha Mengetahui dan tidak akan pernah lepas pula dari kekuasaan Tuhan yang Maha Menciptakan di mana segala sesuatu ada dalam genggaman-Nya. Ini sudah lebih dari cukup untuk menyadarkan manusia agar menjadikan ihsan sebagai puncak dari penghambaannya.

Wallahu a'lam bi shawab.

/|\
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
TAMBAL BAN KUANTUM

Motor gua kerasa kurang nyaman. Bannya seperti terlalu keras tapi kalo gua tendang-tendang keknya nggak juga. Gua jadi ragu, ini ban perlu dikurangin anginnya atau sebaliknya malah perlu ditambah.

Pergilah gua ke tambal ban di tikungan depan. Begitu nyampe, motor gua distandar ganda sama si abang. Dia buka keran di mesin angin yang kayak kapsul itu, abis itu dia seret selang angin muter ke arah ban depan.

Dia lalu jongkok, buka tutup pentil dan langsung dia colokin dah itu nozzle. Hampir bersamaan, dia ngelirik jarum di meteran yang bunder itu. "Kekencengan bang," katanya. Dia cabut nozzle, terus dia pencet itu jarum pentil di ban, "Ssuuusss". Dia colokin lagi nozzlenya, trus lirik lagi meterannya. "Udah bang." Gua bayar dah noceng, karena kalo gopek keknya kekecilan dan gua lagi gak punya secengan.

Di jalan, gua jadi inget. Kita tidak akan pernah tahu berapa persisnya tekanan ban selama kita tidak mengukurnya. Dan saat mengukurnya, alat ukur tekanan ban akan mengambil sejumlah angin supaya bisa mendorong jarum meterannya bergerak ke angka tertentu. Dari situ, kita tahu berapa besarnya tekanan ban dan dengan yakin kita mempercayai hasil pengukuran yang dilakukan si abang tambal ban.

Padahal, angka itu nggak akan pernah persis-persis amat. Jika alat ukur si abang mengatakan bahwa tekanan ban itu 25 psi, itu jelas nggak akurat. Sebab, tekanan 25 psi itu adalah tekanan angin di dalam ban ditambah dengan angin di dalam selang dan ditambah lagi angin di dalam alat ukurnya. Karena... ban, selang angin dan alat ukur adalah satu kesatuan di dalam sistem yang tertutup.

Kalo si abang dan gua pernah denger kuantum-kuantuman, kami sadar bahwa angka 25 psi itu ternyata memang cuma kira-kira. Aslinya, tekanan ban pasti lebih kecil dan yang mengecilkan tekanan itu adalah si abang yang berkolaborasi dengan selang dan alat ukurnya, trus gua iyain juga. Sementara, sebagian yang akan diukur sudah digunakan untuk mengukur dan nanti menguap begitu saja terlupakan.

Jika kita menilai sesuatu atau seseorang, apapun alat dan cara penilaian yang kita gunakan, sadar atau tidak sadar kita telah membuat alat dan cara penilaian kita mengambil "sebagian" dari sesuatu yang akan kita nilai itu. Dan pada akhirnya, penilaian kita tidak akan pernah seakurat yang kita kira.

Itu sebabnya, bagaimanapun penilaian kita tentang sesuatu atau seseorang, kita pantas berterimakasih kepada yang kita nilai itu, sebagai sekedar tebusan atas apa yang telah kita ambil dan kita manfaatkan sebelum kita mempercayai hasil penilaian kita dan atas pastinya ketidakakuratan penilaian kita.

Jika kita menilai salah, maka sebagian dari kesalahan itu mungkin telah kita ambil dan kita manfaatkan. Jika kita menilai jelek, maka sebagian dari kejelekan itu mungkin telah melekat pada diri kita sendiri. Jika kita menilai benar, maka kita bertanggungjawab atas sebagian dari pembenaran itu. Jika kita menilai bagus, maka sebagian dari kebagusan itu telah dirizkikan kepada kita.

We are one.

/|\
 ·  Translate
1
In his circles
1,605 people
Have him in circles
1,119 people
aloysius raharja's profile photo
Ahmad Ridho's profile photo
Aina Talita Zahran Arundaya's profile photo
Fakultas Hukum UWIN's profile photo
Fahmi Rizwansyah's profile photo
Abdul Kadir Ba'abdullah's profile photo
yasir syam's profile photo
gufran sangaji's profile photo
ady nursoefyanfadila's profile photo

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
THE POWER OF THE UNKNOWN

Apa yang tidak atau belum kita ketahui tidak berarti kerugian atau bahaya. Bisa jadi justru menguntungkan atau aman. Diseriusi atau tidak diseriusi, tentang the unknown tetap saja itu spekulasi.

Pikirkan dan lakukan yang terbaik sekarang.
Tentang masa depan, jadilah petualang.

/|\

Bogor, IHA H-11
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
PURE AWARENESS

Pure artinya murni dan awareness artinya kesadaran. Kesadaran yang murni... apa artinya? Kesadaran yang murni... apa gunanya?

Atensi kita menentukan kesadaran kita. Obyek dari atensi kita, menginformasikan isi dari pikiran kita. Bagaimana cara kita memberikan atensi, menginformasikan kualitas dari pikiran kita. Isi dan kualitas dari pikiran kita menentukan kesadaran kita. Kesadaran kita membangun realitas kita.

Peradaban modern manusia, telah menciptakan ketidakseimbangan realitas dan ketidakseimbangan ini telah terbukti menjadi sebab bagi berbagai persoalan hidup manusia. Fakta bahwa manusia modern lebih mementingkan isi pikiran ketimbang kualitas pikiran adalah cerminan dari ketidakseimbangan itu. Hari ini, manusia modern lebih menghargai luasnya ilmu dan pengetahuan (isi atau kuantitas) ketimbang jernihnya pikiran (kualitas). Dengan ketidakseimbangan kuantitas versus kualitas ini manusia telah bergeser menjadi makhluk yang membuat kerusakan di muka bumi, terhadap alam semesta, dan terhadap diri mereka sendiri.

Pure awareness adalah kesadaran yang sejernih-jernihnya. Kesadaran yang jernih adalah kesadaran yang dibangun dengan keseimbangan kuantitas dan kualitas pikiran. Untuk mencapai kesadaran yang murni (seimbang), kita perlu memahami bagaimana atensi bekerja. Untuk mencapai keseimbangan itu, kita perlu mencapai titik kejernihan pikiran kita. Selain sibuk mengisi pikiran, kita juga perlu secara rutin menjernihkan pikiran.

Atensi bekerja dalam dua tahap.

Di tahap pertama, atensi bekerja dalam mode awareness. Di titik ini, atensi kita menjadikan kita menyadari keberadaan sesuatu.

Di tahap kedua, atensi bekerja dalam mode survival. Di titik ini, setelah kita menyadari keberadaan sesuatu itu, ego kita mengambil alih dan setiap ego bekerja demi survival. Ego kita lalu melanjutkan atensi dengan memberi label terhadap sesuatu itu mengikuti karakteristik dari ego kita. Ego kita lalu membangun makna yang dengan itu atensi ego kita menemukan keberadaan-keberadaan yang lain. Lalu, ego kita kembali memberi label dan lalu memberi makna. Begitu seterusnya sehingga pikiran kita terus diisi dengan berbagai konsep yang akhirnya menjadi realitas dari ego kita itu.

Saat atensi kita terfokus kepada anak kita, ego kita sebagai orang tua bekerja dan mengambil alih peran kesadaran murni kita (higher self). Ego kita sebagai orang tua membangun berbagai makna tentang hubungan kita dengan anak kita. Ego kita mengembangkan konsep parenting, konsep berbakti kepada orang tua, konsep warisan, konsep pendidikan, konsep moral dan seterusnya. Terciptalah realitas kita sebagai orang tua.

Saat atensi kita terfokus kepada dagangan kita, ego kita sebagai pedagang bekerja mengambil alih peran kesadaran murni kita (higher self) dan membangun realitas kita sebagai pedagang. Saat atensi kita terfokus kepada bawahan kita, ego kita menciptakan realitas kita sebagai atasan. Saat atensi kita terfokus kepada istri kita, ego kita sebagai suami bekerja dan mengambil alih peran kesadaran murni kita (higher self) dan menciptakan realitas kita sebagai suami. Ego kita sebagai guru menciptakan realitas kita sebagai guru. Ego kita menciptakan realitas kita sebagai pelukis. Ego kita menciptakan realitas kita.

Begitulah, atensi kita yang bekerja di tahap kedua telah menciptakan pecah-belah terhadap higher self kita dengan membiarkannya dibajak oleh ego-ego kita. Dengan atensi yang bekerja di tahap kedua ini, kita terbentuk menjadi manusia yang memiliki banyak ego dengan segudang ilmu dan pengetahuan tapi berantakan sebagai "self". Kita sungguh kaya akan ilmu dan pengetahuan tapi sangat miskin untuk menjadi sekedar "kita".

Semua itu, menjadikan kesadaran kita terseret kian kemari di semesta yang luas dari ego-ego kita. Semua itu adalah sumber konflik internal dan sumber ketidakdamaian bagi dunia internal kita. Selain memberi banyak manfaat bagi diri sendiri, orang lain dan dunia, pada saat yang sama kita justru memecah-belah diri kita sendiri. Di sinilah, kita memerlukan keseimbangan. Di titik inilah kita perlu secara rutin kembali kepada kita sebagai diri sendiri. Ada saatnya, kita perlu memasuki pure awareness.

Secara rutin, kita perlu menyengajakan diri untuk menjaga agar atensi kita bekerja hanya di tahap pertama. Kita perlu mengerem atensi kita sebatas menyadari keberadaan. Inilah yang sering disebut orang dengan "being". Kita perlu mengerem kesadaran hanya sebatas menyadari bahwa sesuatu itu "ada" tanpa label dan makna.

Dengan secara rutin membatasi kerja atensi kita, kita membiasakan diri bersentuhan dengan higher self kita. Bersentuhan dengan higher self yang hanya menyadari "keberadaan", menjadikan kita sebagai diri yang selalu memiliki cadangan bahan baku realitas yang nyaris tak terhingga. Dengan ini, kita terhindar dari hidup yang kehabisan label dan makna. Dengan ini, kita dimampukan menciptakan realitas dengan bahan baku yang sejernih-jernihnya. Dengan ini, kita dimungkinkan menciptakan realitas kehidupan yang jernih.

Memasuki pure awareness itu seperti kita berjalan menuju sumber mata air yang jernih. Dengan air murni yang berlimpah, kita bisa lebih mampu memilih. Air yang murni bisa kita gunakan untuk mandi, atau bisa kita gunakan untuk minum, atau bisa kita gunakan untuk menyeduh kopi. Jika sudah terlanjur menjadi kopi yang hitam, air itu sudah tidak bisa lagi digunakan untuk mencuci muka. Jika sudah menjadi kuah sayuran, air itu sudah tidak bisa lagi digunakan untuk mandi.

Label dan pemaknaan adalah pembatasan. Energi yang murni, ketika dilekati dengan informasi label dan makna, energi itu menjadi tercemar dan tidak murni lagi. Begitu pula dengan energi kesadaran. Seperti seseorang yang memiliki uang seratus juta di tangannya, di mana sepuluh juta dia rencanakan untuk belanja, sepuluh juta dia rencanakan untuk bensin kendaraan, sepuluh juta lagi dia rencanakan untuk rekreasi, tiga puluh juta dia niatkan untuk biaya hidup, dan empat puluh juta dia niatkan untuk menabung demi hari tua. Ketika seseorang datang kepadanya untuk meminjam uang, dia kemudian mengatakan "saya tidak punya uang".

Memasuki pure awareness itu seperti kita berbaring telentang di ruang terbuka di malam yang gelap lalu menatap langit. Tanpa melabeli dan memaknai apakah itu bintang atau meteor atau planet atau komet, kita hanya berkata, "ada cahaya baru terlihat". Dengan begini, langit kita akan semakin terang benderang. Jika kita terjebak pada label, makna atau konsep, kesadaran kita hanya akan menyadari rasi bintang, planet, meteor, atau bintang jatuh. Cahaya-cahaya lain yang berpercikan di langit malam kita akan kehilangan atensi kita dan itu artinya kita kehilangan apapun yang mungkin berarti bagi malam kita. Larut dalam label, makna dan konsep menjadikan kita kehilangan kekayaan label, makna dan konsep yang memungkinkan kita menjadi pribadi yang lebih utuh.

Memasuki wilayah pure awareness adalah menciptakan cadangan energi hidup yang dibatasi hanya oleh luasnya alam semesta. Dengan cadangan energi nyaris tak terbatas itu, kita menjadi pribadi yang dimungkinkan menciptakan realitas kehidupan dengan bahan dasar yang paling murni dan belum tercemar.

Dengan mengisi pikiran, kita menjadi berpengetahuan. Dengan menjernihkannya, kita menjadi bijaksana.

/|\
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
QUANTUM LEADERSHIP

Anda punya anak buah, anda punya harapan. Anak buah anda mungkin mencapai target dan mungkin juga tidak mencapai target. Keadaan ini disebut dengan superposition. Anda tidak suka yang "mungkin" dan anda suka yang "pasti". Untuk memastikan yang masih mungkin itu, anda menetapkan sanksi jika mereka tidak mencapai target.

Pelan-pelan dan berdasarkan seleksi alam, harapan anda mulai menjadi kenyataan, tapi melelahkan. Karena, sanksi yang anda terapkan adalah sebentuk transformasi dari mekanisme kemungkinan menjadi mekanisme sebab-akibat yang jelas sangat memboroskan energi (kuatnya fenomena kemelekatan).

Sanksi yang anda terapkan adalah atensi dan intensi, yang sebenarnya tidak selalu harus berbentuk sanksi. Jika dikembalikan kepada makna dasarnya, atensi adalah "perhatian" dan intensi adalah "niat" yang anda sharing kepada mereka. Berdasarkan pengalaman saya, perhatian dan visi/misi yang ditransparansikan kepada bawahan, ternyata berdampak lebih signifikan terhadap terpenuhinya harapan.

Contoh yang paling nyata adalah tentang prestasi anak-anak kita sendiri atau anak-anak muda zaman sekarang yang dilabeli Gen Y atau Millenial. Cara kolot zaman saya sudah tidak cocok lagi untuk mereka. Ini bisa terjadi karena informasi yang mereka miliki jauh lebih banyak dari informasi yang saya miliki saat seusia mereka. 

Dengan semua informasi itu, mereka menjadi lebih "mungkin" sehingga menjadi lebih punya "harapan". Maka sekali lagi, pengalaman anda tentu menunjukkan bahwa perhatian dan visi/misi yang ditransparansikan kepada mereka memang menghasilkan dampak yang lebih signifikan terhadap terpenuhinya harapan.

Saya percaya, bahwa pola leadership seperti inilah yang paling ilmiah untuk saat ini.

/|\
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
Woooyyyy... bungalow deluxenya tinggal empat loh... buruan daftar!
https://www.facebook.com/events/1595441327375225/
 ·  Translate
1

Ikhwan Sopa

Shared publicly  - 
 
Note: Investasi include menginap tiga hari.
 ·  Translate
1
People
In his circles
1,605 people
Have him in circles
1,119 people
aloysius raharja's profile photo
Ahmad Ridho's profile photo
Aina Talita Zahran Arundaya's profile photo
Fakultas Hukum UWIN's profile photo
Fahmi Rizwansyah's profile photo
Abdul Kadir Ba'abdullah's profile photo
yasir syam's profile photo
gufran sangaji's profile photo
ady nursoefyanfadila's profile photo
Work
Occupation
Coachability Trainer - Membantu Menjadikan SDM Anda Lebih Coachable dan Siap Menjalani Coaching
Skills
Coachability Trainer - Membantu Menjadikan SDM Anda Lebih Coachable dan Siap Menjalani Coaching
Employment
  • coaching.qacomm.com
Basic Information
Gender
Male
Other names
Master Trainer E.D.A.N.
Ikhwan Sopa's +1's are the things they like, agree with, or want to recommend.
Headset
market.android.com

Philips created this simple and nifty app to be your ultimate Philips headset companion. The Philips Headset app allows you to customize the

ShareThis is Powering the Sharing Revolution!
www.sharethis.com

Ranked #1 by ComScore, we offer a suite of solutions for publishers and advertisers that are proven to drive traffic and engagement.

Personal Power Coaching - Google Maps
maps.google.com

Find local businesses, view maps and get driving directions in Google Maps

Motivasi, Komunikasi, Leadership - Feedage - 9053354
www.feedage.com

Title: Motivasi, Komunikasi, Leadership, Description: Pembicara Motivasi. Ikhwan Sopa. Coaching. Training. Seminar. Pembicara. Motivasi. Kom

QA Communication - Human Resources Coaching, Training, Seminar, Pelatihan
qacomm.com

Pembicara motivasi, human resources coaching, training, seminar, pelatihan

Seminar dan Training Produktivitas
produktivitas.qacomm.com

Meningkatkan Produktivitas Organisasi atau Perusahaan Dengan Meningkatkan Produktivitas Pribadi atau Karyawan

Seminar dan Training Produktivitas
milis-bicara.blogspot.com

Meningkatkan Produktivitas Organisasi dan Perusahaan Dengan Meningkatkan Produktivitas Pribadi dan Karyawan

Ikhwan Sopa (@IkhwanSopa) on Twitter
twitter.com

Sign up for Twitter to follow Ikhwan Sopa (@IkhwanSopa). Ikhwan Sopa. Master Coach MdP. Master Trainer E.D.A.N. Penulis Buku Manajemen Pikir

About Us - Astonishing, Reflective, Entertaining Sessions
qacomm.com

Astonishing, reflective, entertaining, sessions, pembicara motivasi, communication, school, information

Pembicara Motivasi | Coach, Trainer, Seminar, Training, Pelatihan
qacomm.com

Pembicara motivasi, coach, trainer, training, seminar, pelatihan

Warna Dunia Tergantung Kacamata – Manajemen Pikiran dan Perasaan
blog.qacomm.com

Pembicara Motivasi. Coach, Trainer, Seminar, Pelatihan, Motivasi, Komunikasi, Leadership