Profile cover photo
Profile photo
Pustaka Ibnu Katsir
51 followers -
Menyeru Kepada Sunnah Yang Shahih
Menyeru Kepada Sunnah Yang Shahih

51 followers
About
Posts

Post is pinned.
Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin رحمه الله berkata,

 “Bertambahnya keimanan memiliki beberapa sebab, di antaranya melakukan ketaatan karena sesungguh-nya keimanan bertambah sesuai dengan baiknya amal yang dilakukan, jenis dan banyaknya. Semakin baik amal yang dilakukan, maka keimanannya pun akan semakin bertambah. Kebaikan suatu amalan sesuai dengan kadar keikhlasan juga mutaaba’ah. Adapun jenis amalan, maka sesungguhnya yang wajib lebih utama daripada yang sunnah. Sebagian ketaatan lebih kuat dan utama daripada yang lainnya. Semakin utama amal yang dilakukan, maka pertambahan keimanan-nya pun akan semakin besar. Banyaknya amal yang dilakukan pun menyebabkan keimanan semakin ber-tambah karenanya. Pengamalan masuk dalam ka-tegori keimanan, maka sudah pasti keimanan akan bertambah dengan bertambahnya pengamalan.” 

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
Scrapbook Photos
8 Photos - View album

Post has attachment
Mulakhkhas Fiqih
Panduan Fiqih Lengkap
Buku ini, merupakan salah satu buku fiqih Ibadah terbaik, di antara buku-buku fiqih ibadah yang ada. Penulisnya adalah seorang ulama besar kenamaan kontemporer, yang tidak diragukan lagi kapasitas keilmuannya.
Sesuai dengan namanya, ‘Mulakhkhash Fiqhi’, yang berarti ‘Ringkasan Fiqih’, buku ini ditulis dengan ringkas dan sistimatis, dan dengan bahasa yang sangat mudah difahami, serta didukung dengan dalil pada setiap pembahasannya, dan dirujukkan takhrij hadits-haditsnya pada buku-buku Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dan Syaikh Syu’aib al-Arna-uth, sehingga menjadikan buku ini sangat istimewa dan pantas anda miliki, untuk menambah koleksi perpustakaan pribadi anda, atau dijadikan sebagai bahan kajian.
Dengan membaca buku ini, insya Allah anda akan terbimbing melakukan ibadah, muamlat sesama hamba dan hukum serta larangannya dengan benar, sesuai dengan petunjuk Nabi.

Jilid 1 mempelajari tentang ibadah hamba dengan Rabnya

Jilid 2 mempelajari tentang Muamalat sesama hamba

Jilid 3 mempelajari tentang Nikah, Hukum, Sumpah dan Peradilan

Penulis : Syaikh Shaleh bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan

Harga Jilid 1 : Rp. 119.500,
Tebal : 782 Halaman

Harga Jilid 2 : Rp. 89.000, 
Tebal : 554 Halaman

Harga Jilid 3 : Rp. 102.500,- 
Tebal : 622 Halaman

‪#‎panduanfiqihlengkap‬ ‪#‎mulakhkhasfiqih‬ ‪#‎fiqih‬

www.ibnukatsir.com
Photo

Post has attachment
Buku ini merupakan pencerahan yang sangat bermanfaat dan masukan yang sangat penting bagi pasangan yang ingin mewujudkan kebahagiaan di dalam rumahtangganya, terlebih para istri. Karena buku ini lebih banyak menyeru kaum wanita, yang merupakan faktor dominan di dalam berhasil atau gagalnya sebuah rumahtangga.
Semoga kehadiran buku ini merupakan jawaban bagi sebagian besar pasangan yang selama ini mencari-cari jalan menuju kebahagiaan yang mereka dambakan. Sehingga dengan membaca dan menerapkan langkah-langkah yang penulis sebutkan, insya Allah akan membantu mereka menemukan jalan yang selama ini mereka cari, hingga pada akhirnya mengantarkan mereka kepada tujuan akhir yang bahagia.
•📝 Penulis : Dr. Najla as-Sayyid Nayil
• 📚 Tebal : 245 Halaman
• 💸 Harga : 27.500,-
☎ HUBUNGI KAMI
♻ WhatsApp : 0821-1405-4031
📱 BBM : K4T51R
www.ibnukatsir.com
Photo

Post has attachment
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tawakal merupakan salah satu ibadah hati yang paling agung. Namun dalam realita kehidupan, kita dapati kebanyakan manusia melupakan faktor tawakal tersebut

buku ini menjelaskan secara rinci makna tawakkal kepada Allah yang sesungguhnya. Apabila kita dapat menerapkannya dalam kehidupan kita, niscaya akan membuahkan
kebaikan bagi kita, baik didunia maupun di akhir

!!! Baruuu
Display Lihat Dp
•    Jenis    : Soft Cover,
•    Tebal    : 350 Halaman
•    Harga     : Rp. 60.000,-

Segera pesan

Hubungi kami di 0821-1405-4031

وَالسَّلاَم عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Photo

Membenarkan kata-kata Dukun dan Orang Pintar

Diantara manusia ada yang datang kepada para dukun dan orang pintar untuk melepaskan pengaruh sihir dari dirinya, atau untuk menarik kebaikan baginya menurut sangkaannya. Si miskin(orang yang patut dikasihani) ini sama sekali tidak tahi karena hanya dengan kepergiannya kepada seorang dukun, maka duaratus kebaikan shalatnya telah lenyap, hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahihnya dari sebagian Ummahatul Mukminin (para istri Nabi), bahwa nabi bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Barang siapa datang kepada “orang pintar (para normal)” dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shalat yang dilakukannya selama empat puluh malam.”
Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, Shahihul Jaami’ (No. 5940).
Dan diantara manusia ada yang datang kepada dukun untuk menanyakan kepadanya mengenai masa depannya, lalu sang dukun berkata, ”Engkau akan menikah dengan si fulanah, melahirkan seorang putr,” atau yang lainnya. 
Ini merupakan kekufuran, karena sesuatu yang ghaib secara mutlaq hanyalah diketahui oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dan al-Hakim, hadits tersebut dishahihkan oleh al-Albani didalam shahihul jaami’, dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi bersabda: 

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْكَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ، فَقَدْ كَفَرَبِمَاأُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Shahih, Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim, Shahihul Jaami (No. 5939).

Membenarkan kata-kata Dukun dan Orang Pintar

Diantara manusia ada yang datang kepada para dukun dan orang pintar untuk melepaskan pengaruh sihir dari dirinya, atau untuk menarik kebaikan baginya menurut sangkaannya. Si miskin(orang yang patut dikasihani) ini sama sekali tidak tahi karena hanya dengan kepergiannya kepada seorang dukun, maka duaratus kebaikan shalatnya telah lenyap, hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahihnya dari sebagian Ummahatul Mukminin (para istri Nabi), bahwa nabi bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Barang siapa datang kepada “orang pintar (para normal)” dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shalat yang dilakukannya selama empat puluh malam.”
Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, Shahihul Jaami’ (No. 5940).
Dan diantara manusia ada yang datang kepada dukun untuk menanyakan kepadanya mengenai masa depannya, lalu sang dukun berkata, ”Engkau akan menikah dengan si fulanah, melahirkan seorang putr,” atau yang lainnya. 
Ini merupakan kekufuran, karena sesuatu yang ghaib secara mutlaq hanyalah diketahui oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dan al-Hakim, hadits tersebut dishahihkan oleh al-Albani didalam shahihul jaami’, dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi bersabda: 

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْكَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ، فَقَدْ كَفَرَبِمَاأُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Shahih, Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim, Shahihul Jaami (No. 5939).

Membenarkan kata-kata Dukun dan Orang Pintar

Diantara manusia ada yang datang kepada para dukun dan orang pintar untuk melepaskan pengaruh sihir dari dirinya, atau untuk menarik kebaikan baginya menurut sangkaannya. Si miskin(orang yang patut dikasihani) ini sama sekali tidak tahi karena hanya dengan kepergiannya kepada seorang dukun, maka duaratus kebaikan shalatnya telah lenyap, hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahihnya dari sebagian Ummahatul Mukminin (para istri Nabi), bahwa nabi bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Barang siapa datang kepada “orang pintar (para normal)” dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shalat yang dilakukannya selama empat puluh malam.”
Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, Shahihul Jaami’ (No. 5940).
Dan diantara manusia ada yang datang kepada dukun untuk menanyakan kepadanya mengenai masa depannya, lalu sang dukun berkata, ”Engkau akan menikah dengan si fulanah, melahirkan seorang putr,” atau yang lainnya.
Ini merupakan kekufuran, karena sesuatu yang ghaib secara mutlaq hanyalah diketahui oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dan al-Hakim, hadits tersebut dishahihkan oleh al-Albani didalam shahihul jaami’, dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْكَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ، فَقَدْ كَفَرَبِمَاأُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Shahih, Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim, Shahihul Jaami (No. 5939).

Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin رحمه الله berkata,

“Bertambahnya keimanan memiliki beberapa sebab, di antaranya melakukan ketaatan karena sesungguh-nya keimanan bertambah sesuai dengan baiknya amal yang dilakukan, jenis dan banyaknya. Semakin baik amal yang dilakukan, maka keimanannya pun akan semakin bertambah. Kebaikan suatu amalan sesuai dengan kadar keikhlasan juga mutaaba’ah. Adapun jenis amalan, maka sesungguhnya yang wajib lebih utama daripada yang sunnah. Sebagian ketaatan lebih kuat dan utama daripada yang lainnya. Semakin utama amal yang dilakukan, maka pertambahan keimanan-nya pun akan semakin besar. Banyaknya amal yang dilakukan pun menyebabkan keimanan semakin ber-tambah karenanya. Pengamalan masuk dalam ka-tegori keimanan, maka sudah pasti keimanan akan bertambah dengan bertambahnya pengamalan.”

Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin رحمه الله berkata, “Bertambahnya keimanan memiliki beberapa sebab, di antaranya melakukan ketaatan karena sesungguh-nya keimanan bertambah sesuai dengan baiknya amal yang dilakukan, jenis dan banyaknya. Semakin baik amal yang dilakukan, maka keimanannya pun akan semakin bertambah. Kebaikan suatu amalan sesuai dengan kadar keikhlasan juga mutaaba’ah. Adapun jenis amalan, maka sesungguhnya yang wajib lebih utama daripada yang sunnah. Sebagian ketaatan lebih kuat dan utama daripada yang lainnya. Semakin utama amal yang dilakukan, maka pertambahan keimanan-nya pun akan semakin besar. Banyaknya amal yang dilakukan pun menyebabkan keimanan semakin ber-tambah karenanya. Pengamalan masuk dalam ka-tegori keimanan, maka sudah pasti keimanan akan bertambah dengan bertambahnya pengamalan.” 
Wait while more posts are being loaded