Profile

Cover photo
Hamdi Apriatna
Works at PT. KHARISMA PRATAMA INDONESIA
Attended STIE BANTEN
Lives in Serang, Banten, Indonesia
19 followers|2,395 views
AboutPostsPhotosYouTube

Stream

Hamdi Apriatna

commented on a video on YouTube.
Shared publicly  - 
 
keren, mari terus jaga alam Indonesia
 ·  Translate
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
 
Tambahkan pesan ke video Anda
 ·  Translate
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

commented on a video on YouTube.
Shared publicly  - 
 
Nadia, silahkan
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
1
Add a comment...
In his circles
85 people
Have him in circles
19 people
Dendy Berlianto's profile photo
astra die's profile photo
Ghoblin Zhu's profile photo
Nilla Anilah's profile photo
Ika Jatnika's profile photo
Dina Suma's profile photo

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
 
scene plot video "maaf ku pergi" by Spider 24 Band
 
Pagi ini langit tampak begitu cerah, namun tak secerah hati Bima yang sedang dirundung kesedihan, kebimbangan, memikirkan sang pujaan hatinya yang lebih dari satu bulan menghilang tanpa kata.
Rena Meyrani Tumilaar, gadis cantik berdarah manado yang berprofesi sebagai foto model di salah satu tabloid remaja ini memang benar-benar telah meluluhkan hati Bima, sehingga disetiap pertengkaran –pertengkaran yang terjadi, Bima dibuatnya tak berdaya. “ya Tuhan apa salah gue sih? Kenapa mesti gue yang terus-terusan ngalah gini?”. Gerutu Bima dalam lamunannya.
(ilustrasi : dalam kesendiriannya Bima mencoba merangkai kembali sisa-sisa cinta yang telah hancur menjadi kepingan, setelah pertengkarannya dengan Rena satu bulan yang lalu. Khayalnya melambung tinggi menembus dimensi ruang dan waktu dan membawanya larut dalam kenangan-kenangan indah yang pernah dilalui bersama Rena).
“Dengarkan baik-baik sumpahku ini beib.. seluruh jiwa dan ragaku ini tidak akan diterima bumi, jika aku pergi dan meninggalkanmu, apapun yang terjadi, apapun itu. Karena yang aku tahu bumi tak lebih baik dari Bima”. Sumpah yang pernah diucapkan oleh rena dulu seakan masih terdengar jelas di telinga Bima. Kenangan itu seolah menjadi penawar dari getirnya kenyataan cinta yang ia terima dari seorang Rena.  Bima berusaha untuk tegar mempertahankan cinta nya.
“yaaank kamu dimana siih?”. Tanya Bima dalam hati. Sambil mengangkat telepon genggamnya Bima mencoba menghubungi Rena namun hasilnya nihil. Nomor telepon Rena tidak pernah aktif. Setelah pertengkarannya sebulan yang lalu, Rena tidak ada kabar beritanya.  Pertengkaran itu dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat masing-masing. Rena ingin kalau hubungannya dengan Bima harus dirahasiakan, jangan ada satu orangpun yang tahu, karena ini berhubungan dengan privasi Rena yang saat ini sudah menjadi seorang public figur yang sedang naik daun. Terakhir Bima mendengar kabar dari keluarga Rena, Rena pergi ke luar kota untuk urusan pemotretan di sana selama beberapa bulan, setelah itu tak tahu lagi kabar selanjutnya. Dia benar-benar lost contack dengan siapapun, bahkan teman-teman dekatnya tak ada satupun yang tahu keberadaannya.
Dengan langkah gontai Bima menyusuri jalan tanpa arah dan tujuan. Tatapannya kosong, fikirannya melayang tak pasti, ditemani angin malam dan lalu lalang kndaraan. Tiba-tiba langkahnya terhenti oleh sesuatu, tepat di hadapannya seorang wanita cantik bertubuh seksi mengenakan rok pendek dan t-shirt lengan panjang warnah putih dengan rambut panjang terurai ditemani seorang pria bule. Mereka duduk mesra penuh dengan canda tawa layaknya dua insan yang sedang memadu kasih. Seketika Bima terkejut seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. “Rena?”. Terka Bima dengan penuh tanda tanya. Wanita ynag selama ini ia cari, wanita yang selama ini ia dambakan cintanya, kini ada di hadapannya. Tanpa berfikir panjang Bima menghampiri Rena dengan nada sedikit berteriak Bima memanggil nama Rena dan meraih tangannya sambil berkata, “please jangan perlakukan aku seperti ini ren, kita bicarakan lagi semuanya baik-baik”. Rena pun terkejut tak menyangka melihat Bima di hadapannya. Wajahnya pucat pasi, pandangannya tertunduk seakan tak menginginkan pertemuan itu.
“lepaskan tanganku bim”. Pinta Rena dengan suara terbata-bata. ‘dengarkan aku dulu ren, aku ingin… “. Belum sempat menyelesaikan kata-katanya , “Bukkhh… “. Sebuah tinju melesat tepat di pelipis sebelah kiri Bima, Bima pun terjatuh. Rupanya Ramon laki-laki yang bersama Rena itu memukul Bima sambil berkata, “hi you crazy, Quit Fucking around”. Sambil meraih tangan Rena dan bergi. Sambil menahan rasa sakitnya Bima mencoba bangkit kembali dan berlari mengejar Rena. “aku cuma minta waktumu sebentar ren, setelah itu kamu boleh pergi”. Pinta Bima. Rena menghentikan langkahnya masih dengan pandangan tertunduk dan tak menatap Bima sekalipun. “bagaimana dengan hubungan kita ren?”. Tanya Bima serius. Berulang kali Bima melontarkan pertanyaan yang sama namun Rena tetap diam seribu bahasa. “kenapa ren? Kamu malu? Karena kamu sudah menjadi seorang yang terkenal, lantas kamu malu mengakui aku sebagai kekasih mu?, ren aku lelah dengan semua ini. Ini semua hanya akan menjadikan diri kita menjadi seorang yang munafik”. Kedua mata Rena mulai Nampak berkaca-kaca. Suasana menjadi hening, hujan pun turun membasahi bumi disertai angin yang kencang.
Bima melanjutkan pembicaraannya, kali ini dengan nada yang tegas. “sekali lagi aku tanya, bagaimana dengan hubungan kita ren? Apakah masih bisa dipertahankan? Aku mohon jawab pertanyaan aku kali ini please ren please..”. lagi-lagi Rena tetap diam tak bergeming layaknya sebuah patung batu yang tegak berdiri.
Rupanya kesabaran Bima pun telah sampai pada titik pencairannya. Sejenak Bima pun terdiam, kemudian berkata “baiklah ren, aku sudah menemukan jawabannya. Mulai malam ini kamu berhak menentukan bumi mana yang akan kau pijak dan mulai detik ini juga tidak aka nada lagi Bima dalam kehidupan kamu sampai kapanpun, sampai Bima benar-benar hilang dari muka bumi ini”. Bima pun berlalu. Laksana disambar petir Rena mendengar kata-kata Bima tadi, bagaikan sebuah anak panah yang melesat kencang dan tepat menusuk hati Rena, air mata nya pun tak terbendung lagi. Rena pun berlari dan berlutut dihadapan Bima, kemudian berkata.”maafkan aku bim, aku tahu aku salah. Kamu boleh hukum aku sesuka hatimu, tapi please jangan tinggalkan aku, aku sayang kamu bim”. “itu bukan isi hati kamu ren, melainkan ungkapan rasa bersalah kamu”. Jawab Bima, lirih. “sudahlah ren, lupakan semuanya. Mungkin sudah waktunya kita tentukan jalan kita masing-masing, aku ikhlas menerima semua ini. Mungkin aku bukan orang yang tepat buat kamu. Maafkan aku ren, aku harus pergi”. Bima pun berlalu.
Dibawah derai hujan dan desir angin malam itu, Bima melangkah dengan kepiluan hati yang tiada tata. Sekujur tubuhnya seakan mati rasa. Alam sadarnya telah hanyut dan tenggelam dalam samudera kesedihan yang tak bermuara. Sementara Rena masih terdiam dan terpaku tak tahu apa yang harus ia perbuat, yang bisa ia lakukan hanya menangis sejadi-jadinya sambil memandangi Bima dari belakang. Dipersimpangan jalan sebuah mini bus melaju dengan kecepatan tinggi tepat dihadapan Bima. Bimaaaa! Rena pun menjerit. BRAAKK! Dan???
 
September 2008
 
 
Ahmad Guitara 24
 ·  Translate
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
 
24 Juni 2003
 ·  Translate
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
 
Sesuaikan pesan Anda
 ·  Translate
1
Add a comment...

Hamdi Apriatna

Shared publicly  - 
 
Customize your message
1
Add a comment...
People
In his circles
85 people
Have him in circles
19 people
Dendy Berlianto's profile photo
astra die's profile photo
Ghoblin Zhu's profile photo
Nilla Anilah's profile photo
Ika Jatnika's profile photo
Dina Suma's profile photo
Work
Occupation
Marketing
Skills
Business and Development
Employment
  • PT. KHARISMA PRATAMA INDONESIA
    Marketing Manager, present
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Serang, Banten, Indonesia
Contact Information
Home
Phone
08998642042
Email
Story
Tagline
Fokus, Sungguh-sungguh Pasti Berhasil
Introduction
Sabar, tabah, ikhlas, objektif, anti buruk sangka, dan anti melecehkan
Education
  • STIE BANTEN
    Akuntansi
Basic Information
Gender
Male
Links