Profile cover photo
Profile photo
Felix Siauw
331,458 followers -
Penulis dan Pengemban Dakwah
Penulis dan Pengemban Dakwah

331,458 followers
About
Communities and Collections
Posts

Post has attachment
Mendidik anak itu adalah satu amanah spesial, karena itupun dia menuntut satu skill yang juga tidak biasa. @felixsiauw dan @ummualila berbagi pengalaman tentang bagaimana indahnya mengemban amanah ini

Liat video lengkapnya di >> https://youtu.be/HF36ygRhlb8
Add a comment...

Post has attachment
Bahtera Umat
repost @khat.arts

Di hari kedua Muslim United @muslimunited.official , seniman KHAT @khat.arts kembali menggelar demo dan lelang lukisan.

Tema karya yang diangkat adalah “Bahtera Umat”. Sementara konsep lukisan kemarin tentang benih peradaban Islam yang mulai tumbuh, makna karya kali ini adalah persatuan umat Islam dalam mengarungi persoalan umat.

@felixsiauw selaku pembicara utama membawakan tema yang kontekstual, “The Arts of Dakwah”. Tokoh yang juga pembina KHAT ini membahas tentang peran keindahan dalam berdakwah.

Suasana malam itu, 17/10/18 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, dibuat cair oleh MC kenamaan @cahyoahmadirsyad, keahliannya dalam memainkan musik, menirukan vokal seseorang, dan stand up comedy menjadi modal dalam berinteraksi dengan seluruh jamaah. Pria yang juga jejaring KHAT ini mengajak jamaah yang membludak hingga alun-alun untuk melambaikan cahaya lampu selularnya.

Menemani permainan musik Kang Cahyo, guitaris KHAT Hasan Assadi @husainassadi dan Doni Riw @doniriw memainlan aransemen unik dan spontan.

Sebelum para perupa KHAT melukis, Ustad Felix membuat goresan awal di kanvas. Selanjatnya Teguh Wiyatno membuat sketsa awal berupa kapal layar. Agus Baqul Purnomo memberikan berbagai aksentuasi artistik. Abd Rokhim @arabic_mapping_rokhim fokus pada kaligrafi Arab. Aruman @arumanisi dan Fachruddin @fachruddin_bahar menggarap latar belakang.

Deni Je @deni.je.je , Ketua KHAT, secara singkat menerangkan konsep karya pada jamaah. Selanjutnya mengontrol harmoni warna secara keseluruhan dan memberikan goresan-goresan penekanan. Ia juga melukis oncor patung Liberty yang tenggelam di lautan.

Andika Dwijatmiko @andikakerenlah , desainer pencipta logo KHAT, memberika tanga tangan berupa logo KHAT di sudut kanan bawah. Tidak lupa ia membubuhkan angka tahun 2018.

Lukisan tersebut dapat dinikmati di pameran seni rupa KHAT “Wiji Nyawiji” di komples Masjid Gedhe Yogyakarta, 16-18 Oktober 2018

#demolukis
#demomelukis
#melukisdipanggung
#bahateraumat
#ustadfelixsiauw
#muslimunited
#khat
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Tempat Persatuan

Aku coba untuk menghafal satu persatu raut wajah mereka yang menyemut dihadapanku, meski aku tahu pasti aku takkan mampu melakukannya, tak mungkin melakukannya

Tapi itu hitungan dunia. Bila diubah jadi potensi akhirat, maka aku yakin hati-hati itu juga punya ingatan, punya koneksi. Maka iapun aku pinta untuk bisa menyambung diantara kita semua

Wajah-wajah mereka bersinar di gelapnya malam, jiwa mereka lapang dalam sempitnya ruang. Yang aku tangkap pada mereka adalah cinta tanpa kata, sayang yang terungkap lewat rasa

Siapapun yang hadir disitu, pastilah mengharu biru, andaikan dia tak punya perasaan sekalipun. Sebab ketenangan itu datangnya dari Allah, dihembuskan lewat kepak sayap-sayap malaikat yang menaungi, nyata tak selalu harus dilihat oleh mata

Sementara di kiri dan kananku, mereka yang mencoba untuk jadi yang terbaik di hadapan Allah, atau sesederhana mencoba jadi lebih baik dalam romansanya bersama Allah, hamba-hamba nan faqir namun terlalu banyak berharap balasan dari Tuhannya

Malam itu memeluk semua dari kami. Belajar untuk menghargai yang lain, menghormati tiap proses untuk mendekati Allah, mencoba menghargai yang kecil dan sedikit sebelum Allah uji dengan yang besar dan banyak

Keindahan Islam tak hanya diwakili dengan akhlak mulia, tak hanya dibuktikan dengan ajarannya yang begitu detail dan lengkap, tapi hari itu keindahan begitu terasa, begitu kuat membuncah, begitu terasa

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, agama ini adalah agama persatuan, Islam itu menyatukan, terlihat dari syahadatnya yang memang begitu. Sebab menyatu itu dari yang awalnya berbeda

Maka saat mereka yang mencintai Allah menyatu, tak jadi soal siapa yang bicara, tak jadi soal siapa yang didepan, tak jadi soal siapa yang terlihat. Karena dirimu, diriku, dirinya, dan kita, sejatinya adalah sama. Hamba Allah yang bersaudara


Sepenggal kisah indah di @muslimunited.official, di malam pertama, bersama @salimafillah @steven.indra.wibowo @rizalarmada @cahyoahmadirsyad

Malam yang takkan kulupa, reuninya insyaAllah di tempat pertemuan yang sudah dijanjikan dan ditentukan Allah bagi yang beruntung

#felixsiauw #muslimunited 🙂🙂🙂
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Tunjukkan Dengan Gagasan

Kalau saya menemukan sesuatu yang tak saya suka di media sosial, saya takkan susah payah untuk membantah di kolom komennya, sebab sia-sia saja

Membantah orang lain di kolom komentar hanya habiskan waktu, menandakan bahwa kita tidak dewasa, atau akun fake, dan mudah dihapus oleh yang punya lapak

Kalau kita memang meyakini pemikirannya salah, dan kita yang lebih baik, mengapa tidak kita buat saja postingan di lapak kita sendiri? Sudut pandang yang benar?

Jika pemikiran kita bagus, pasti ada yang mengapresiasi. Andai kita percaya dan yakin dengan gagasan yang kita sampaikan, tak perlu berkomentar miring di lapak orang

Kesimpulannya, yang berkomentar miring di postingan atau lapakmu, sebenarnya hanya orang-orang yang cari perhatian saja, sebab mereka tak punya ide

Orang-orang begini tidak yakin dengan gagasannya sendiri, tidak yakin dengan dirinya sendiri, tidak pernah diapresiasi orang, maka sering cari perhatian

Kalau mereka punya ide dan gagasan, tentu tak susah untuk mensyiarkan pemikirannya sendiri, ketimbang sibuk buat akun hanya untuk 'nyampah' di akun orang lain

Ingat kisah beberapa jahil Quraisy yang sibuk mengajak bicara manusia di belakang ketika Rasulullah memberi kajian? Kurang lebih sama saja

Mari kita dewasa, ide dengan ide, gagasan dengan gagasan, bukan hanya dengan klaim dan 'nyampah' di kolom komentar, yang tak bertanggung jawab

#felixsiauw #bijak #dewasa #medsos #komentar
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Tentang Keberpihakan Kita

Ramai tentang salah satu perusahaan transportasi-online, yang memberikan rilis tentang dukungannya terhadap keberagaman yang menjurus kepada hal tak baik

Ini dikuatkan oleh salah satu karyawannya yang memberi informasi tentang dukungan perusahaannya itu terhadap perilaku menyimpang kaum Nabi Luth itu

Walau rilis resmi sudah dikeluarkan berkaitan dengan polemik ini, rilisnya justru tidak jelas, dan terkesan memang mendukung perilaku kaum Nabi Luth itu

Bagi kita, keberpihakan itu memang harus jelas. Ini yang juga dilakukan oleh banyak CEO perusahaan dunia ketika berkaitan dengan aktivitas kaum Nabi Luth itu

Mereka ingin menyampaikan bahwa aktivitas menyimpang ini seolah normal, seolah bagian dari keberagaman, agar tidak lagi dianggap perbuatan yang menjijikkan

Mereka ingin menyampaikan "We are born this way", seolah ini hanya kewajaran genetik, ketentuan dari langit, padahal perilaku menyimpang itu pilihan hidup

Saya sudah jelas-jelas mengambil gagasan Islam, yakni bahwa perilaku semisal kaum Nabi Luth ini adalah nista, dan saya menunjukkan keberpihakan itu

Aplikasinya saya uninstall, karena saya tidak ingin ikut mendapatkan bagian dari apa yang mereka dukung, saya tidak ingin disamakan dengan orang-orang itu

Ada yang berkata, "FB juga mendukung kaum Nabi Luth kok, nggak sekalian uninstall?". Ini sarana dakwah, akan saya gunakan selama masih bisa

Jadi jelas ya, ini bukan masalah uninstall atau tidaknya, ini masalah berpihak atau tidak. Ingat kisah semut Nabi Ibrahim? Itulah arti keberpihakan

Yang kita masalahkan bukan pelakunya, tapi perilakunya. Semoga dengan keberpihakan ini, yang mendukung perilaku kaum Nabi Luth ini sadar dan kembali fitrah

#KaumNabiLuth #OjekOnline #Keberpihakan #felixsiauw #yukngaji
Add a comment...

Post has attachment
Dari Jogja Untuk Indonesia

Bukan hanya sekali Jogjakarta memberikan hadiah untuk Indonesia. Kita mengingat saat Indonesia merdeka pun, wilayah terbesarnya adalah Kesultanan Mataram

Selain itu, Kesultanan Jogjakarta juga pernah memberikan 6 juta gulden kepada pemerintahan Indonesia untuk seluruh kelangsungan operasional negara

Seperti biasanya, kebaikan itu juga bermula dari tanah ini, lebih dari semua harta di dunia, yakni penyatuan hati kaum Muslim, agenda Muslim United digelar di Jogja

Jogja memang istimewa, sebagaimana tanah ini selalu diterangi dengan cahaya Islam, kini cahaya itu kembali memancar dari Jogjakarta

Bertempat di Kompleks Masjid Gedhe Kauman, Kegiatan Muslim United ini akan diramaikan oleh para asatidz, pegiat dakwah, dan Muslim semuanya

Agendanya seharian dari 09.00 - 22.00 selama 3 hari sejak 16/10/18 - 18/10/18. Diharapkan dalam acara ini, kita terus berlatih untuk mengikat hati

Mengundang Muslim di seluruh Indonesia untuk ikut meramaikan dan mengambil manfaat dalam acara yang penuh berkah ini, alhamdulillah

Dari Jogja untuk Indonesia, sebuah persembahan yang sangat berarti, kesatuan kaum Muslim dalam kebaikan Islam, Islam untuk Indonesia tercinta

Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilihat di akun instagram @muslimunited.official

#Jogjakarta #Istimewa #MuslimUnited #felixsiauw #tauhid #persatuan #Islam #Indonesia
Add a comment...

Post has attachment
Pentingnya Bertanya "Why"? Seseorang bisa memiliki pengetahuan selangit, keahlian yang sangat, tapi selama dia tidak menjawab "kenapa", maka dia takkan pernah berbuat apapun

Karena pertanyaan "kenapa" adalah motivasi, alasan yang membuat seseorang melakukan sesuatu, bahkan alasan yang menjadi dasar bagi pertanyaan lainnya

Yang sudah mengetahui "kenapa" saya melakukan ini, akan dengan mudah menjawab, "apa" yang harus saya lakukan dan "bagaimana" melakukannya

Semakin dalam dan piawai kita menjawab pertanyaan "kenapa", maka makin bagus aktivitas yang kita lakukan, tapi bila "kenapa" tak bisa dijawab, kita uring-uringan

Misalnya, tahajud itu diawali dengan "kenapa" saya harus melakukannya. Setelah paham dan yakin, barulah apa dan bagaimana bisa menyusul untuk melengkapinya

Sebaliknya, bila seseorang tahu apa itu shalat, dan bagaimana cara melaksanakan shalat, tapi tidak paham "kenapa" harus melakukan, dia takkan shalat

Muslimah yang tahu, apa itu hijab, dan bagaimana cara menutup aurat, tapi tidak paham "kenapa" harus berhijab, maka sampai kapanpun dia tak berhijab

Apalagi berkaitan dengan Islam, pertanyaan "kenapa" kita memilih Islam? Itulah bahasan aqidah, tauhid. Bila hal ini sudah terjawab, lebih mudah kita ber-Islam

Sayang, banyak diantara kita yang tak runut dalam memahami Islam. Padahal seharusnya "why" adalah tanya yang harus dijawab mendahului yang lain

Simak buku saya #BeyondTheInspiration, yang saya tulis untuk menjawab pertanyaan "why" ini. Semoga jadi manfaat dan kebaikan bagi pembacanya

Pemesanan online buku #BeyondTheInspiration dan buku lainnya, silakan di akun instagram
@alfatihorder WA 0812 9090 2443 atau
@bukusip WA 0818 0622 8178

#BeyondTheInspiration #felixsiauw #why #yukngaji #BiarGaGiniGiniAja
Add a comment...

Post has attachment
Anak Rohis dan Anak Hijrah

Mana yang lebih baik? Seorang yang dari dulu baik, tipikal anak rohislah. Atau anak bandel yang hijrah? Ya ini sama aja kayak debat pengguna iOS sama android

Semua punya pro-con, tipe anak rohis punya keunggulan lebih dulu belajar Islam, hatinya bersih, alim, tau lebih banyak dan koneksinya lebih luas

Tapi tipe anak hijrah juga punya kelebihan, lebih tau maksiat jadi lebih mudah ngomong ke anak-anak yang masih bandel, dia tau modus orang bandel

Yang tipe rohis bisa bilang ke orang lebih fasih, dalil jelas dia lebih paham, karakter jangan ditanya, udah jadi deh, nikahnya juga biasanya lebih cepet

Tapi tipe hijrah bisa bilang sama orang, "Gue aja mau hijrah, lu baru mau mulai maksiat? Telat!". Karena dia punya pengalaman, dia layak bicara

Orang yang dulu bandel lalu hijrah, bisa jadi Allah memang jadikan dia sebagai penguat Islam dengan ilmu bandelnya itu, yang nggak ada di dunia anak rohis

Jadi jangan kecil hati, sebab bukan berarti belakangan belajar lantas nggak bisa duluan finish. Justru yang hijrah ini kadang memecah kebuntuan yang ada

Itulah Rasul bilang, "Yang terbaik di antara kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam jika dia itu fakih dalam agama Islam", begitu

Kalau kita pernah salah, jadikan salah kita itu pengingat bagi yang lain. Kalau kita pernah berdosa, jadikan itu agar orang lain nggak ulangi yang kita lakukan

Nggak ada yang telat, nggak ada yang sia-sia, selama di jalan Allah, yang hijrah belakangan bisa jadi lebih keren daripada yang dari dulu tipikal rohis

Apalagi kalau yang tipikal rohis kerjasama mutualisme sama anak hijrah, beh, greget deh, selesai semua dunia perdakwahan. Gak percaya? Cobain deh

Colek semua anak rohis dan anak hijrah.. Dan abaikan perut saya yang tak terkondisi, itu hanya ketidakcakapan yang motret aja 🤣🤣🤣, yakinlah

#felixsiauw #hijrah #radikalisromantis #rohis #yukngaji

In frame: @hidayatarifian @hawaariyyun @weemaraditya
Photo
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded