Profile cover photo
Profile photo
Emil Chandrawisesa
1,580 followers
1,580 followers
About
Emil's posts

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Fotonya diakui asli, tapi dianggap ga membuktikan....
Ga paham lagi sama hakim kaya gini...

Post has attachment

Sebulan penuh kita berlatih menahan dan mengendalikan hawa nafsu dalam diri kita. Berlatih menahan diri dari perbuatan buruk dan memperbanyak perbuatan baik, mengendalikan diri bukan hanya dalam ucapan, sikap, dan perbuatan tetapi juga dalam perasaan, pikiran, hasrat, dan prasangka.

Di akhir ramadhan ini kita saling bermaafan. Meminta maaf, menyadari bahwa diri kita penuh kesalahan, dan dengan tulus berusaha memperbaiki diri kita dan berusaha unik mengurangi bejat kesalahan di masa depan.

Tapi yg juga tidak kalah penting adalah berusaha untuk ikhlas memberi maaf, melepaskan hati kita dari beban amarah dan dendam serta pikiran buruk terhadap orang lain.

Mudah2an ibadah dan amalan ramadhan kita diterima allah dan menjadikan kita manusia yg lebih baik, orang yg kembali bersih, bersih dalam perbuatan, ucapan, sikap, hati, dan pikiran, menjadi orang yg terbebas hatinya dari beban amarah, kebencian, dan dendam.

Taqabbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum. Selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin :)


Kenapa saya tidak memilih Pak Prabowo sebagai Presiden
sebuah kritik untuk tim sukses

Saya sengaja menulis ini setelah proses pencoblosan selesai karena saya ga mau ini menjadi semacam negative campaign terhadap salah seorang capres. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan salah satu capres, tapi untuk menjadi pembelajaran buat tim sukses di pilpres selanjutnya agar bisa lebih baik.  

Fokus saya bukan ke fakta obyektif, karena sejujurnya saya juga ga tahu yg sebenar2nya terjadi dan itu masih harus dibuktikan melalui proses hukum di MK sesuai dengan prosedur legal yg sudah ditetapkan. Saya tidak mau mendahului keputusan pengadilan  dan mencap satu pihak yg salah atau pihak yg lain yg benar, biarlah proses peradilannya berjalan dulu agar kita bisa menilai sendiri dari bukti dan penjelasan2 yg disampaikan nanti.

Fokus saya adalah kesan subyektif yg saya rasakan sepanjang masa   Pileg dan Pilpres yg pada akhirnya membuat saya menentukan pilihan saya pada pileg dan pilpres yg baru saja lalu. Mudah2an ini bisa menjadi masukan buat timses capres2 dan caleg2 agar bisa lebih sukses di pilpres2 selanjutnya.

Pada awalnya saya Golput
Sebetulnya pada awal masa pemilu 2014 ini saya malas memilih. Bagi saya, tidak ada satu pun partai maupun capres yg benar2 menarik untuk dipilih di pemilu 2014 ini. 

Saya tidak membenci Pak Prabowo, bahkan saya termasuk respek terhadap beliau karena kebetulan saya juga berasal dari keluarga TNI. Memang ada beberapa hal yg membuat saya sejak awal kurang tertarik untuk memilih beliau, terutama kedekatan beliau dengan keluarga Pak Soeharto, tapi semua capres yg muncul di awal masa pemilu ini pun punya hal2 yg saya kurang senangi sehingga saya pada awalnya sama sekali tidak mempunyai inklinasi untuk memilih siapa pun. 

Tapi sejalan dengan perkembangan masa kampanye muncul beberapa hal yg pada akhirnya menggeser suara saya menjauhi Pak Prabowo. Sekali lagi ini bukan bermaksud menjelek2an Pak Prabowo, tapi lebih sebagai masukan buat timses capres2 di pemilu berikutnya agar tahu bahwa hal2 seperti ini bisa membuat calon pemilih yg tadinya masih netral/golput menjadi terdorong menjauhi calon yg mereka usung. Berikut antara lain hal-hal tersebut.

1.  Konten Kampanye Partai Gerindra.
Ada satu konten kampanye yg saya baca di spanduk2 Gerindra yg membuat nilai partai ini menjadi lebih minus dalam pandangan saya sebagai calon pemilih. Saya lupa kata2 tepatnya bagaimana, tapi intinya : kalau gerindra menang pemilu, Pak Prabowo akan jadi presiden.

Saya memilih calon legislatif yg bisa saya percaya untuk menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi saya, jadi saya mencari partai yg agenda utamanya adalah memperjuangkan kepentingan saya. Konten kampanye Gerindra seperti itu membuat kesan bahwa agenda utama Partai ini adalah menjadikan Pak Prabowo Presiden, bukan memperjuangkan kepentingan saya. Buat orang yg aspirasi utamanya memang Pak Prabowo jadi Presiden mungkin ini tidak masalah, tapi buat saya yg sama sekali belum tertarik dengan salah satu capres pun, hal ini membuat saya merasa Gerindra tidak peduli dengan aspirasi saya, yg penting Pak Prabowo jadi presiden.

Sekali lagi, ini kesan subyektif yg saya rasakan ketika membaca spanduk itu, mungkin sebenarnya agenda Partai Gerindra bukan seperti itu.

2. Kampanye naik Kuda.
Mungkin ini hal sepele, tapi ketika Pak Prabowo naik kuda melewati barisan kader Partai Gerindra yg berjejer rapih a la militer , kesan yang saya rasakan adalah bahwa para kader partai Gerindra menganggap  Pak Prabowo kastanya lebih tinggi dari mereka. Kalau mereka menganggap Pak Prabowo kastanya lebih tinggi dari mereka, kemungkinan besar mereka juga akan menganggap orang lain kastanya lebih rendah dari Pak Prabowo. Saya tidak suka hal itu.

Sekali lagi, ini kesan subyektif yg saya rasakan ketikamelihat  itu, mungkin sebenarnya para kader Partai Gerindra tidak bermaksud  seperti itu.

3. Kampanye kemarahan
Sejak awal masa kampanye pileg, Pak Prabowo sering  sekali berorasi yg memberi kesan bahwa dia marah dan tidak suka terhadap salah satu capres. Sejarah yg saya pelajari banyak menunjukkan bahwa pemimpin yg naik dengan gelombang kemarahan, apalagi kebencian, tidak membawa hasil yg baik buat bangsa dan negaranya, contihnyaL Jayakatwang, Amangkurat, Robespierre, Hitler. Bukan saya menyamakan Pak Prabowo dengan tokoh2 tersebut, tapi materi dan pilihan kata2 yg dibawakan Pak Prabowo dalam berbagai kesempatan sangat kental memberi kesan adanya kemarahan atau kebencian.

Sekali lagi, ini kesan subyektif yg saya rasakan ketika melihat  itu, mungkin sebenarnya Pak Prabowo tidak bermaksud  seperti itu.

4. Pendukung yg antagonistik.
Fadli Zon dan Dhani Ahmad adalah dua nama yg langsung muncul di kepala saya ketika memikirkan point ini. Pendukung2 yg memberi kesan pongah dan lebih sibuk menganggap orang lain lebih jelek dari diri mereka sendiri, bukannya menjadikan calon yg didukungnya lebih menarik malah membuat saya menjadi merasa sangat malas mendukung orang yg sama dengan yang mereka dukung.

Kesan ini diperkuat lagi ketika FPI dan FBR masuk dalam jajaran pendukung Pak Prabowo, dua ormas yg sering diberitakan mengutamakan intimidasi dengan pengerahan kekuatan dalam menyampaikan aspirasi daripada dialog dengan argumen  yg logis dan madani.

5. Isu SARA 
Saya sangat susah untuk bersimpati dengan orang2 yg menyebarkan kebencian berdasarkan ras, suku bangsa,  atau perbedaan kepercayaan. 

Simpatisan Pak Prabowo banyak yg menggunakan isu SARA untuk menjelekkan capres saingannya. Dan itu membuat saya malas berada dalam satu kubu dengan mereka.


6. Isu PKI
Ini mungkin salah satu poin yg paling kuat membuat saya menjauhkan vote saya dari Pak Prabowo.

Saya lahir dan besar di masa orde baru, saya ingat benar bagaimana rejim orde baru menggunakan cap PKI untuk menjatuhkan orang2 yg tidak mereka senangi. Sekarang buruh bisa dengan bebas merdeka melakukan aksi untuk menuntut kesejahteraan dan hak2 mereka, tapi tidak begitu pada saat saya mahasiswa. Pada saat saya mahasiswa, buruh dan petani yg menuntut kesejahteraan mereka beresiko menghadapi cap PKI, bahkan teman2 saya sesama mahasiswa dan para aktivis LSM yg aktif membela kesejahteraan dan hak2 buruh dan petani pun harus berhadapan dengan cap PKI. Di cap PKI pada jaman itu  berarti memberi legitimasi untuk "oknum" aparat pada waktu itu untuk menindas bahkan menyiksa mereka tanpa dipermasalahkan. Pengumbaran cap PKI untuk menjatuhkan lawan adalah salah satu hal paling memuakkan yg saya temui di era orde baru.

Ketika sebagian pendukung Pak Prabowo mulai memakai cap PKI untuk mendiskreditkan capres saingannya, seketika itu juga saya memutuskan untuk tidak golput, melainkan memilih capres selain Pak Prabowo.

7. Pengesahan perubahan UU no. 27 2009 (UU MD3)
Ada beberapa poin di revisi UU MD3 yg melemahkan kontrol hukum dan masyarakat terhadap anggota2 lembaga perwakilan, DPR, DPRD, dan DPD. Ketika partai2 pengusung Pak Prabowo sebagai capres memaksa untuk segera mensahkan revisi yg mengandung poin2 tersebut, kesan yg saya rasakan adalah partai2 tersebut ingin lebih leluasa bertindak sesuai kepentingan mereka tanpa banyak kontrol dari aparat hukum mapun dari rakyat negara ini, dan itu membuat respek saya terhadap partai2 tersebut menjadi semakin rendah, dan itu juga berpengaruh ke pilihan yg akhirnya saya ambil di pilpres kemarin.

Proses hukum pemeriksaan hasil pilpres 2014 masih akan dijalankan oleh MK, masih ada kemungkinan Pak Prabowo terpilih jadi presiden ataupun tidak, dan saya sama sekali tidak ada maksud mendiskreditkan Pak Prabowo. Saya menyampaikan ini agar timses dan pendukung2 capres2 pemilu berikutnya tahu bahwa hal2 seperti ini bisa menjauhkan para pemilih yg belum memutuskan pilihannya untuk menjauhi capres yg mereka dukung, jadi semoga di Pemilu2 berikutnya hal2 seperti ini tidak terjadi lagi.

Siapa pun Presidennya, rakyat Indonesia harus bersatu dan terus mengawasi pemerintah. Mendukung mereka ketika mengambil kebijakan yg menguntungkan rakyat, dan menegur mereka ketika merugikan rakyat dan bangsa. Karena tidak ada pemimpin yg sempurna karena mereka juga manusia yg tidak luput dari nafsu dan kesalahan.

Salam persatuan Indonesia :)

Post has attachment
Join me to crush everybody!!!

Brute Force Attack Protection

Brute Force Attack
Salah satu teknik untuk meng-crack kode atau password di web adalah dengan menggunakan brute force attack, si penyerang membuat script yg berusaha 'menebak' kode atau password dengan cata mencoba berulang2 sampai berhasil.

Kadang administrator sistem percaya diri atas kecilnya kemungkinan kode atau password mereka ketebak karena kode/password tersebut menggunakan kombinasi yg cukup panjang sehingga probabilitas menemukan kombinasi yg tepat sangat kecil.

Tapi sekarang, menyewa sebuah VPS sudah sangat murah, dengan harga 50rb-100rb rupiah per bulan kita siudah bisa menyewa satu VPS yg cukup kuat. Effort dan cost untuk melakukan distributed/coordinated brute force attack pun menjadi sangat kecil, si penyerang tinggal menyewa bbeberapa VPS, lalu menjalankan script brute force-nya di sana lalu melupakannya sampai sistemnya melaporkan keberhasilannya. Kalau pun kemungkinan berhasil kecil, tapi ongkos dan usahanya pun juga kecil sehingga si penyerang tidak merasa ada ruginya mencoba.

Kalaupun kode/password-nya tidak tertebak, serangan brute force bisa membebani sistem karena harus berulang kali dalam tempo singkat melakukan query untuk verifikasi kode/password

Protection
Ada banyak cara untuk menangkal brute force attack, gw coba akan bahas 2 alternatif yg paling simpel untuk mencegah brute force attack.

1. Automatic IP ban on repeated failure
Waktu untuk implementasi: 20-30 menit.
Catat IP semua yg berusaha memasukkan kode/password ke sistem tapi salah, apabila ada IP yg tercatat gagal memasukkan kode yg benar berulang kali dalam waktu cukup singkat, black list IP tersebut utk beberapa waktu.

Logika dari pertahanan ini adalah menganulir kemampuan script coordinated brute force attack untuk melakukan banyak percobaan dalam waktu singkat karena setelah beberapa kali gagal dia akan dio black list ementara waktu sehingga harus menunggu beberapa lama untuk bisa mencoba lagi.

Karena ban dilakukan di level IP, traffic dari IP penyerang tidak akan membebani web service karena packet data sudah di-drop sebelum sampai ke web service  

Kelemahan sistem pertahanan ini adalah masih bisa diakali kalau server yg dipakai untuk menyerang tidak menggunakan static IP, sehingga begitu dia mendeteksi IP dia ter-black list, server penyerang bisa mengganti IP dan mencoba kembali.


2. Challenge Response
Waktu implementasi: 10 menit.

Biasanya bot untuk brute force attack ini langsung mencoba melakukan akses ke action yg bertugas menerima kode, tanpa melalui form yg sewajarnya dilihat oleh manusia pada saat akan memasukkan kode. 

Sistem Challenge Response ini mencegah brute force attack dengan menampilkan informasi di form yg harus dimasukkan bersama kode/passwordnya, sehingga bot yg mem-bypass form akan selalu gagal.

Salah satu metode challenge response yg paling populer adalah CAPTCHA yg selain mencegah keberhasilan script yg langsung akses ke action, juga mempersulit script yg berusaha membaca informasi yg ada di form-nya dengan membuatnya mudah diterima manusia tapi susah dibaca oleh mesin.

CAPTCHA sangat mudah diimplementasi karena ada beberapa organisasi yg memberi web service utk CAPTCHA ini sehingga web owner yg ingin mendapatkan perlindungan tinggal memasang code dari penyedia web service itu ke web miliknya.


Jangan malas
Kita mungkin merasa konten di web kita tidak cukup berharga untuk dilindungi atau password kita cukup rumit utk ditebak, tapi memasang perlindungan  terhadap brute force attack di web kita sangat mudah sehingga tidak ada alasan untuk tidak melindungi web kita dari brute force attack selain malas atau ceroboh.

e

Post has attachment
Seorang member bernama Rachel
Mau cerita dikit tentang member gen 2 bernama  +Jennifer Rachel Natasya  :) Rachel waktu Audisi Pajama Drive Gen 2 Dulu, pertama kali lihat rachel (dibaca: ra~hel atau ra~khel, seperti kata "akhir"), tanggal 15 Januari 2013, terus terang ga terlalu terkesan...
Wait while more posts are being loaded