Profile

Cover photo
Emil Chandrawisesa
Attended ITB
Lived in jakarta
1,263 followers|93,170 views
AboutPostsPhotosYouTube

Stream

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Brute Force Attack Protection

Brute Force Attack
Salah satu teknik untuk meng-crack kode atau password di web adalah dengan menggunakan brute force attack, si penyerang membuat script yg berusaha 'menebak' kode atau password dengan cata mencoba berulang2 sampai berhasil.

Kadang administrator sistem percaya diri atas kecilnya kemungkinan kode atau password mereka ketebak karena kode/password tersebut menggunakan kombinasi yg cukup panjang sehingga probabilitas menemukan kombinasi yg tepat sangat kecil.

Tapi sekarang, menyewa sebuah VPS sudah sangat murah, dengan harga 50rb-100rb rupiah per bulan kita siudah bisa menyewa satu VPS yg cukup kuat. Effort dan cost untuk melakukan distributed/coordinated brute force attack pun menjadi sangat kecil, si penyerang tinggal menyewa bbeberapa VPS, lalu menjalankan script brute force-nya di sana lalu melupakannya sampai sistemnya melaporkan keberhasilannya. Kalau pun kemungkinan berhasil kecil, tapi ongkos dan usahanya pun juga kecil sehingga si penyerang tidak merasa ada ruginya mencoba.

Kalaupun kode/password-nya tidak tertebak, serangan brute force bisa membebani sistem karena harus berulang kali dalam tempo singkat melakukan query untuk verifikasi kode/password

Protection
Ada banyak cara untuk menangkal brute force attack, gw coba akan bahas 2 alternatif yg paling simpel untuk mencegah brute force attack.

1. Automatic IP ban on repeated failure
Waktu untuk implementasi: 20-30 menit.
Catat IP semua yg berusaha memasukkan kode/password ke sistem tapi salah, apabila ada IP yg tercatat gagal memasukkan kode yg benar berulang kali dalam waktu cukup singkat, black list IP tersebut utk beberapa waktu.

Logika dari pertahanan ini adalah menganulir kemampuan script coordinated brute force attack untuk melakukan banyak percobaan dalam waktu singkat karena setelah beberapa kali gagal dia akan dio black list ementara waktu sehingga harus menunggu beberapa lama untuk bisa mencoba lagi.

Karena ban dilakukan di level IP, traffic dari IP penyerang tidak akan membebani web service karena packet data sudah di-drop sebelum sampai ke web service  

Kelemahan sistem pertahanan ini adalah masih bisa diakali kalau server yg dipakai untuk menyerang tidak menggunakan static IP, sehingga begitu dia mendeteksi IP dia ter-black list, server penyerang bisa mengganti IP dan mencoba kembali.


2. Challenge Response
Waktu implementasi: 10 menit.

Biasanya bot untuk brute force attack ini langsung mencoba melakukan akses ke action yg bertugas menerima kode, tanpa melalui form yg sewajarnya dilihat oleh manusia pada saat akan memasukkan kode. 

Sistem Challenge Response ini mencegah brute force attack dengan menampilkan informasi di form yg harus dimasukkan bersama kode/passwordnya, sehingga bot yg mem-bypass form akan selalu gagal.

Salah satu metode challenge response yg paling populer adalah CAPTCHA yg selain mencegah keberhasilan script yg langsung akses ke action, juga mempersulit script yg berusaha membaca informasi yg ada di form-nya dengan membuatnya mudah diterima manusia tapi susah dibaca oleh mesin.

CAPTCHA sangat mudah diimplementasi karena ada beberapa organisasi yg memberi web service utk CAPTCHA ini sehingga web owner yg ingin mendapatkan perlindungan tinggal memasang code dari penyedia web service itu ke web miliknya.


Jangan malas
Kita mungkin merasa konten di web kita tidak cukup berharga untuk dilindungi atau password kita cukup rumit utk ditebak, tapi memasang perlindungan  terhadap brute force attack di web kita sangat mudah sehingga tidak ada alasan untuk tidak melindungi web kita dari brute force attack selain malas atau ceroboh.

e
 ·  Translate
14
1
muhammad wahyu's profile photoEmil Chandrawisesa's profile photoDeto Rio Firmansyah's profile photoMuhammad Nur Ikhsan's profile photo
4 comments
 
itu tadi... bukan rahasia lagi ^D^
 ·  Translate
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Kemarin nonton tayang ulang pertandingan MMA Bellator Seasson 9, middle weight match: Giva "Arm Collector" Santana vs Jason Butcher.

Di ronde pertama, Butcher hampir aja kalah. Santana mendominasi pertarungan ronde pertama yg dominan ground fighting. Santana hampir sepanjang ronde menindih Butcher dan terus menerus berusaha mendapatkan submission lock. Butcher terpaksa bertarung bertahan, dan berusaha keras untuk menghindari arm lock Santana.

Di ronde kedua, Butcher lebih waspada dan mengubah alur pertarungan, dia benar2 berusaha menghindari ground fighting dan melancarkan pukulan dan tendangan sambil menghindari take down dari Santana. Dalam waktu 1 menit 12 detik di ronde kedua Butcher berhasil menaklukkan Santana dengan beberapa pukulan ke arah kepala lalu mencecar dia begitu limbung.

Menghadapi ahli submission dalam ground fighting bena menakutkan. Di ronde Butcher meskipun terus menerus terdesak, Butcher tidak  menyerah dan gigih berusaha agar Santana tidak bisa dengan mudah melakukan submission lock.  Di ronde kedua, Butcher beradaptasi, menghindari situasi di mana Santana Unggul dan tidak memberi kesempatan recovery begitu Santana limbung.

Kegigihan, adaptasi, dan eksekusi yg baik dalam memanfaatkan kesempatan, tanpa memberi ruang lawan untuk bangkit lagi adalah kunci kemenangan Butcher dalam pertandingan ini. 

Tidak ada yg sempurna di dunia ini, kita tidak sempurna, lawan/tantangan yg kita hadapi pun tidak sempurna. Kegigihan dalam menghadapi situasi sulit, adaptasi untuk memanfaatkan lemahan lawwan, keunggulan kita, serta menghindari keunggulan lawan, serta kesiapan memanfaatkan kesempatan yg muncul bisa menjadi kunci untuk menghadapi tantangan menuju kesuksesan :)

semangat ^_^

http://vk.com/video179507140_166065033?hash=342da7646d08a29d
 ·  Translate
3
Adhitya Kresna's profile photo
 
Jadi inget manga Ashura. Pertarungan Tsukumo Mutsu vs Leon Graciello. Selalu ada jalan.
 ·  Translate
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Produktivitas

Kemakmuran, kemakmuran itu pada intinya apa yg kita butuhkan kita tersedia dan kita sanggup untuk mendapatkannya. Kita butuh pangan, tersedia dan kita sanggup mendapatkannya secara cukup. Kita butuh sandang, tersedia dan kita sanggup mendapatkannya. Kita butuh tempat tinggal, tersedia dan kita sanggup mendapatkannya. Begitu juga dengan layanan kesehatan,  pendidikan, transportasi, komunikasi, hiburan dll.

Tersedia. Supaya apa yg kita butuhkan tesedia, berarti harus ada yg menyediakan, yg memproduksi dan yg membawa ke tempat yg bisa kita jangkau. Supaya ada yg mau menyediakan, kita harus menghargai, memberi imbalan kepada orang yg menyediakannya, produsen yg membuatnya, dan pedagang/penyalur yg membawa ke tempat yg bisa kita jangkau. Kita harus bisa memberi manfaat ke orang lain agar orang lain mau memberi manfaat ke kita.

Terjangkau, ada dua syarat terjangkau. Pertama persediaan cukup, seperti hukum ekonomi antara supply dan demand, semakin tinggi supply relatif terhadap demand, semakin murah (terjangkau) barang/jasa tersebut. Syarat kedua kita punya sesuatu yg bisa kita tukarkan untuk mendapatkan barang/jasa layanan yg kita butuhkan itu. Kita harus bisa memberi manfaat ke orang lain agar orang lain mau memberi manfaat ke kita.

Kemampuan kita memberi manfaat untuk orang lain, dengan tenaga, karya, pikiran, atau harta benda kita itulah yg disebut produktivitas.

kemakmuran hanya bisa dicapai dengan produktivitas. Kalau orang tidak produktif, barang/jasa yg kita butuhkan tidak akan cukup tersedia. kalau tidak cukup tersedia, maka tidak akan terjangkau oleh semua. logikanya begitu. Kalau ada 5 buah apel dan 6 orang yg membutuhkan, maka akan ada paling ga 1 orang yg ga dapat satu.

Kalau kita mau bangsa kita makmur maka kita harus memastikan bahwa rakyatnya produktif. 

Uang hanyalah perantara. intinya Kita harus bisa memberi manfaat ke orang lain agar orang lain mau memberi manfaat ke kita. Kita memberi manfaat buat orang lain (bekerja, memproduksi sesuatu, berdagang, atau memodali orang utk berbisnis, dll) maka kita dapat uang, uang kita pakai untuk memperoleh manfaat dari orang lain untuk kita sendiri.

Kadang kita menuntut kenaikan uang yg kita dapat tanpa memberikan kenaikan produktivitas, mungkin sekilas kita merasa senang tapi kenaikan uang tanpa kenaikan produktivitas itu ilusi. Kenaikan uang upah tanpa kenaikan produktvitas hanya akan mendorong kenaikan harga. Karena ongkos produksi naik tapi jumlah barang yg diproduksi tetap sama, dan ongkos produksi naik. Ujung2nya nilai uangnya sebenernya yg turun. Jadi nilai manfaat yg kita dapatkan sebetulnya ga berubah banyak karena meskipun jumlah uang yg kita dapatkan naik, tapi nilai uangnya turun.

Intinya kalau bangsa mau makmur maka rakyatnya harus produktif. 

Kalau mau rakyatnya produktif, maka bangsa itu harus menghargai yg produktif. Kalau orang baik sama orang brengsek diperlakukan sama, atau malah yg brengsek dapat perlakuan lebih baik dari yg baik, maka siapa juga yg mau jadi orang baik. Kalau mencuri lebih enak dan ga beresiko daripada berkarya, maka orang lebih suka mencuri. Kalau mengemis lebih makmur daripada bekerja, siapa juga yg mau cape2 bekerja, kan :) Kalau semua orang sudah memilih brengsek, mencuri, dan mengemis, bagaimana bangsa itu mau produktif, kan? :)

Bangsa yg makmur adalah bangsa yg produktif. Bangsa yg produktif adalah bangsa yg menghargai rakyatnya yg produktif :) 

udah gitu aja :)
 ·  Translate
6
Boy Hidayat Lubis's profile photo
 
USA :p
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Berarti ada wi-fi yg haram ya? :D
 ·  Translate
3
Rizky saga's profile photoFaruQ IkkyuU's profile photoFatoni Purwito Aji's profile photoAz Alvien's profile photo
4 comments
 
ngakak :D
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
1
FaruQ IkkyuU's profile photo
 
wahaha, dulu sapu sekarang triplek lol
keren bang
 ·  Translate
Add a comment...
Have him in circles
1,263 people
Bonifasius Ramadhantyo's profile photo
Martua Sirait's profile photo

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Seorang member bernama Rachel
Mau cerita dikit tentang member gen 2 bernama  +Jennifer Rachel Natasya  :) Rachel waktu Audisi Pajama Drive Gen 2 Dulu, pertama kali lihat rachel (dibaca: ra~hel atau ra~khel, seperti kata "akhir"), tanggal 15 Januari 2013, terus terang ga terlalu terkesan...
 ·  Translate
Mau cerita dikit tentang member gen 2 bernama +Jennifer Rachel Natasya :) Rachel waktu Audisi Pajama Drive Gen 2 Dulu, pertama kali lihat rachel (dibaca: ra~hel atau ra~khel, seperti kata "akhir"), tanggal 15 Januari 2013, te...
1
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Seorang anak yg baru saja kalah pertandingan bela diri mengadu ke guru bela dirinya..

anak: "Guru, aku kalah sama murid perguruan sebelah."

guru: "Dalam pertandingan, menang kalah adalah hal biasa. Kemenangan bukan tujuan utama dalam pertandingan, kita bertanding agar kita bisa mengukur kekuatan dan kelemahan kita sehingga kita bisa meningkatkan diri kita lagi ke depannya. Jadi, menurut kamu kenapa kamu kalah?"

anak: "aku kalah kuat, puntiran dia kuat, pukulan dan tendangannya keras."

guru: (sambil tersenyum) "apa keunggulan harimau?"

anak: "otot yang sangat kuat, cakar dan taring yg tajam."

guru: "apa keunggulan ular cobra?"

anak: "tubuh yg lentur, gerakan yg cepat, taring dan bisa"

guru: "Harimau, ular kobra, dan semua hewan bertarung dan menyerang memanfaatkan keunggulan alami mereka. Apa keunggulan manusia?"

anak: "..... otak, akal pikiran kita..."

guru: "kenapa kamu kalah tadi?"

anak: ".. pukulan dan tendangan lawanku keras.."

(sang anak mulai merasa ada yg salah dengan analisanya)

guru: "kalau keunggulan manusia adalah akal pikiran.. kenapa menilai kekalahanmu disebabkan karena kamu kalah kuat?" (sambil tersenyum lagi)

anak: "....."

guru: "Mike Tyson vs James Douglas, 11 Februari 1990. Pernah dengar tentang pertandingan itu?"

anak: (dengan bersemangat) "Aku pernah lihat rekamannya dan baca kisah2nya. Mike Tyson si leher beton, juara tinju versi semua badan tinju internasional, juara yg belum pernah kalah selama karir professionalnya dengan catatan 37-0-0,dalam pertandingan ini kalah oleh James Douglas, petinju peringkat 7 dunia yg tidak diunggulkan."

guru: "siapa yg pukulannya lebih kuat? Tyson atau Douglas"

anak: "Mike Tyson. Dia terkenal dengan pukulan mautnya yg beberapa kali meng-KO lawan di ronde pertama."

guru: "kenapa Tyson kalah? Bagaimana Douglas bisa mengalahkan Tyson yg pukulannya sangat kuat?"

anak: "Kondisi emosional Tyson sedang tidak stabil dalam pertandingan ini karena berbagai masalah di kehidupannya, selain itu menghadapi lawan yg dia anggap bukan unggulan Tyson bertarung dengan ceroboh. Douglas yg mempunyai range pukulan lebih panjang menahan tyson agar dia tidak bisa masuk ke jarak pukul Tyson. Kalau Tyson berhasil merangsek masuk ke jarak pukulannya, Douglas segera clinch sehingga Tyson ga bisa mukul. Dengan strategi itu, Douglas sedikit demi sedikit melemahkan Tyson dengan Jab2nya. Meskipun sempat knocked down oleh Tyson di ronde 8, Douglas berhasil meng-KO Tyson di ronde 10"

anak: "Douglas sudah mempelajari gaya bertarung dan keunggulan Tyson kemudian menyesuaikan strategi bertarungnya memanfaatkan keunggulan dirinya dan tidak memberi Tyson memanfaatkan keunggulannya"

Guru: "Douglas mempelajari kekuatan dan kelemahan Tyson lalu dengan akal pikirannya memikirkan strategi yg menguntungkan dia di pertandingan tersebut. Kenapa kamu kalah dalam pertandingan tadi?"

Sang anak terdiam sejenak, lalu menjawab dengan perlahan "aku tidak menyesuaikan strategi bertarungku dengan kelemahan dan keunggulan aku dan lawanku.. " Lalu murid itu tersenyum lebar dan berkata lagi, kali ini dengan lantang "Terima kasih, Guru!!!".

Kekuatan manusia di akal pikirannya. 

Ada pepatah latin Amat Victoria Curam,. Kemenangan menyukai persiapan. 
Dengan susunan kata yg berbeda Sun Tzu juga menyatakan hal yg sama:
Pihak yg menang memenangkannya perang terlebih dahulu, baru maju bertempur.Pihak yg kalah maju ke pertempuran mencari kemenangan.

Untuk mempersiapkan dengan tepat, kita harus mengetahui dan memahami dulu kekuatan dan kelemahan kita serta mengetahui dan memahami apa yg kita hadapi. 
Kata Sun Tzu:
Kenali dirimu dan kenali lawanmu, maka dalam 100 pertempuran tidak akan terancam kekalahan.

Di ilmu kontrol dikenal pepatah: You can't control what you don't understand. You can't understand what you can't measure. Perencanaan dan persiapan yg tepat membutuhkan pemahaman, dan pengetahuan serta pemahaman tidak bisa kita dapat tanpa kita berusaha mengukur dan mengumpulkan data.

Kemenangan mencintai persiapan, persiapan yg tepat membutuhkan pemahaman, pemahaman didapat dari mengukur, mengumpulkan data, mempelajari. Informasi yg tepat dan akal pikiran yg sehat lebih menentukan dari otot yg kuat :)
 ·  Translate
5
2
Galih Jananuraga's profile photoFaruQ IkkyuU's profile photoNanta Refa's profile photo
 
Seperti Barcelona ibaratnya kalau di sepakbola. Mereka pendek dan kecil, namun menjadi salah 1 yg terbaik di dunia, karena mereka mampu memanfaatkan potensi & akal mereka. Dengan kelincahan serta passing2 pendek dan pergerakan yang sangat menusuk. Intinya mampu memanfaatkan potensi dan akal kita sebaik mungkin, tentunya dengan persiapan yg matang agar semuanya terarah dan jelas^^
Sorry kepanjangan
 ·  Translate
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Hari mengenang kebencian

Selama masa orde baru, hari ini adalah hari untuk memperingati betapa bejat, amoral, kejam, dan sesatnya paham komunisme. Pada jaman itu, Komunisme sudah menjadi suatu cap terkutuk tanpa banya yg paham apa itu komunisme karena bahkan untuk mempelajari subyek tersebut pun terlarang dan perlu ijin khusus dari rejim.

Tanpa definisi yg jelas ttg apa itu komunisme dan benda apa yg konon begitu jahat, menyeramkan, menyesatkan dan menakutkan itu, dan dengan mendefinisikan PKI sekarang masih hidup sebagai organisasi tanpa bentuk, penguasa jaman itu menggunakan cap "komunis" untuk memperat cengkraman mereka terhadap kekuatan. Cap "Komunis" bisa ditempelkan kepada siapa aja yg dirasa menjadi ancaman bagi kekuasaan. Dengan kebencian dan ketakutan terhadap komunisme yg ditanamkan terus menerus ke bangsa ini, tidak ada yg berani lagi membela orang yg sudah dicap "komunis" karena resiko untuk ikut dibenci dan dimusuhi masyarakat sangat tinggi.

Pada tahun 1965 segera setelah pembunuhan jendral2 dan dikalahkannya PKI oleh pasukan TNI, timbul gelombang pembunuhan massal terhadap orang2 yg dituduh mendukung ideologi komunis dan PKI. Gelombang pembunuhan massal dipicu oleh kampanye media massa dan TNI tentang kekejaman PKI dan gerwani dalam menyiksa  jendral2 pahlawan revolusi.

Banyak dari korban pembunuhan massal ini hanyalah rakyat kecil atau anak2 muda yg bahkan tidak paham benar apa itu komunis, apa itu PKI, hanya keren2an pake attribut partai atau sekedar pernah datang ke acara partai, atau bahkan orang yg ga ada hubungannya dengan partai tapi dituduh oleh orang lain yg ga menyukainya sebagai simpatisan partai komunis. Ratusan ribu dibantai tanpa pengadilan, tanpa kesalahan yg jelas, tanpa rasa kasihan. Gelombang kebencian akan kekejaman PKI terhadap 7 orang telah memicu tindakan yg bahkan lebih kejam lagi terhadap ratusan ribu orang. Orang yg membenci kekejaman PKI terpancing untuk menjadi lebih kejam lagi, lebih jahat lagi dari obyek yg dibencinya.

Sekarang mungkin kebencian dan ketakutan akan komunisme bukan lagi senjata yg terlalu ampuh untuk menggerakan dan menguasai massa, tapi modus itu masih ada. Mungkin sekarang obyek ketakutan dan kebencian itu berbeda, tapi modusnya masih sama.

Sekarang pemimpin2 kita, guru2 kita masih ada yg suka mengajak umatnya untuk bertindak dan bersikap atas dasar kebencian. Kebencian terhadap kaum zionis,terhadap iluminati, terhadap negara tertentu, terhadap aliran tertentu,  terhadap ras tertentu, terhadap agama yg berbeda dan  bebagai obyek apa pun.

Rasa takut dan benci memang salah satu alat yg paling kuat dan mudah digunakan untuk menggerakan massa. Tapi sejarah sudah membuktikan berulang kali bahwa kebencian tidak pernah membawa kita ke kebaikan.

Puluhan tahun rasa takut, trauma, alergi terhadap komunisme yg telah berpuluh tahun ditanamkan belum benar2 hilang dari urat nadi bangsa kita. Puluhan tahun kita terbelenggu oleh rasa benci dan rasa takut itu.

Hari ini hari bersejarah, kejadian berpuluh tahun lalu hari ini menunjukkan betapa mengerikannya efek kebencian yg tidak dapat kita kendalikan. Menunjukkan betapa kebencian bisa mengubah kita menjadi lebih buruk, lebih kejam, lebih bejat, lebih jahat dari objek yg dibencinya. Kebencian dan ketakutan juga bisa membelenggu kita dari melaksanakan keadilan  dan kebenaran menurut hati nurani dan akal sehat kita.

Masih ada pemimpin2 kita, guru2 kita, yg masih menggunakan kebencian dan ketakutan untuk mengajak kita bertindak, ingatkan lah mereka karena mereka juga manusia seperti kita yg bisa disesatkan dan dibutakan oleh kebencian.

Ketidakpahaman melahirkan ketakutan, ketakutan mendatangkan kecurigaan, kecurigaan membawa kebencian. Dan kebencian tidak pernah membawa kita ke arah kebaikan, sejarah sudah berulang kali membuktikan itu.

Mari kita gunakan hari bersejarah ini untuk mengingatkan kita kembali. Mari kita pelajari sejarah, mari kita pahami pola berpikir kita, mari kita paham ketakutan dan kebencian itu, sehingga kita bisa menghindar dari jeratannya. Ingatkan diri kita agar  bebas dari belenggu kebencian, ingatkan anak2 kita agar tidak menyerah pada hasutan rasa benci, ingatkan juga sahabat2 kita, kerabat2 kita, guru2 kita, pemimpin2 kita. kita semua hanyalah manusia lemah dengan pemahaman terbatas, dengan terus saling mengingatkan mudah2an kita bisa saling menjaga diri kita agar tetap berjalan menuju kebaikan :)

Stop Hating, hatred will never bring anything good.
11
1
Emil Chandrawisesa's profile photoAldiansyah Al's profile photoSunan Jatsiy Nauzy's profile photoDaya Power's profile photo
4 comments
 
Mungkin kebencian bisa di cegah dengan di mulai senyum kepada seseorang yg melihat/melirik kepada ourselves... orang yg belum kita kenal.. apalagi org yg audah kita kenal... soalnya senyum itu merupakan jembatan interaksi, pertemanan di antara 2atau lebih manusia... just imo
 ·  Translate
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
2
Hilman Crows's profile photo
 
pake apa itu bang muter2 nya jago dah hehe
 ·  Translate
Add a comment...

Emil Chandrawisesa

Shared publicly  - 
 
Mempertemukan Dua Kepentingan
sedikit  renunganisasi tentang marketing dan image buliding

Beberapa hari ini temen2 gw lagi pada sibuk ngetawain Vicky whatever itu namanya yg ngomongnya bahasa ngawur tapi mungkin buat yg ga ngerti terdengar intelek ^D^ serta perilaku dia memukau dan menikmati beberapa artis dangdut dengan iming2 janji yang konon, kata orang2 yg di wawancara infotainment, palsu.

Gw ga tertarik bahas Vicky, bahasanya, ataupun perilakunya, tapi yg gw tertarik adalah prestasi dia memacari banyak wanita cantik mulus semlohay dengan gaya bicaranya yg memukau dan menghipnotis itu, sementara dulu temen2 gw, pemuda2 harapan bangsa yg menjalani pendidikan di perguruan tinggi yg katanya terbaik di Indonesia ini susah dapat cewe.

Premis I: Banyak Cewe2 cakep mulus semlohay yg mendambakan mendapat pria yg baik dan masa depannya cerah tapi ga tahu musti cari ke mana sehingga bisa termakan oleh bujukan kata2 manis,image menarik, janji2 yg belum tentu ditepati

Premis II: Banyak cowo2 pintar, cerdas, pekerja keras bermasa depan gilang gemilang susah ndeketin cewe

See? Hubungan yg baik pada dasarnya harus dilandasi saling membutuhkan, saling memberi manfaat, dan saling percaya. Ada cewe2 cantik yg mendambakan cowo yg bisa menjadi pelabuhan yg  kuat dan mapan di mana mereka bisa menambatkan hati mereka dengan tenang (tsah) hehehe maksudnya, cewe2 itu pasti pengen punya cowo/suami yg bisa memberi kepastian dan keamanan bagi diri mereka, cowo2 yg bertanggung jawab dan punya kemampuan melindungi mereka dari kesusahan. Ada cowo2 yg mumpuni (meskipun mungkin awalnya masih agak kumel), punya etos kerja yg tinggi, tingkat kecerdasan yg tinggi yg punya potensi menjalankan peran2 penting di masyarakat, potensi untuk melakukan hal-hal besar dan menjadi orang2 hebat, yg mendambakan cewe yg bisa menemani mereka dan membahagiakan mereka. Saling membutuhkan dan potensi untuk saling memberi manfaatnya ada, tinggal masalah saling percaya.

Cowo2 itu ga percaya bahwa kalo mereka deketin cewe2 itu, mereka akan medapat respons positif, cewe2 itu tidak percaya bahwa cowo (yg tampak kumel) itu bisa melindungi dan menjamin kehidupan mereka. Di situlah orang2 yg mampu memberi image yg menjanjikan, yg bisa membuat orang2 (baik cowo maupun cewe) percaya yg bisa meraih peluang.

Orang bisa menuduh curang, licik, nipu atau apapun, tapi marketing adalah urusan membangun image atau persepsi yg bisa membuat orang percaya bahwa obyek yg kita pasarkan (yg mungkin aja diri kita sendiri) adalah hal yg dibutuhkan, hal yg bisa membawa manfaat ... dan "terjangkau" oleh target market kita. Jangan salahkan orang lain yg tidak memilih produk kita kalau kita tidak berusaha mebuat orang percaya terhadap produk kita.

"Gw bukan orang seperti itu, gw ga akan mempromosikan diri gw, gw berusaha sebaik mungkin biar orang lain yg menilai sendiri gw layak atau ga". ucapan itu adalah oxymoron, pembantahan orang2 yg terlalu malas, terlalu takut, atau terlalu sombong untuk melakukan marketing. Bagaimana bisa dibilang "berusaha sebaik mungkin" kalau ga mau berusaha menunjukkan kualitas produk kita ke orang yg seharusnya bisa mendapat manfaat dari produk kita? 

Kalau orang hanya dengan berbekal omongan ngawur aja berani mempromosikan diri sampe bisa dapat bobo2 enak sama artis2 yg semlohay, bayangkan apa yg bisa teman2 capai kalau teman2 yg punya produk dan kemampuan  yg berkualitas mau mempromosikan diri dan produk teman2 :)

hehehe udah ah segitu dulu aja sedikit renungisasi diri daripada membiarkan esensi waku dalam eksistensi presonifikasi diri kita habis terkonsumisasi oelh ketermenungan yg ga akan membawa solusi terhadap kontroversi kesenjangan ideologi hati kita (halah, gw ngomong apa sih?) ^D^ 

Have a good day, today and everyday ^_^ 






 
7
agung rizki's profile photoArizal Zukhri's profile photoEmil Chandrawisesa's profile photoMuhammad Nur Ikhsan's profile photo
4 comments
 
+Muhammad Nur Ikhsan bukan ujung2nya marketing, post ini emang ngomongin marketing ^D^ 
 ·  Translate
Add a comment...
People
Have him in circles
1,263 people
Bonifasius Ramadhantyo's profile photo
Martua Sirait's profile photo
Education
  • ITB
    Fisika Teknik, 1991 - 1999
  • SMAN 70 Bulungan
  • SMPN 12 Wijaya
  • SDN Gunung 06 Petang (SD Mexico)
Basic Information
Gender
Male
Work
Occupation
make things happen, move people to do things
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Previously
jakarta - bandung
Links
Contributor to