Profile cover photo
Profile photo
Dimitri Sandikovsky
45 followers -
"You don't have to be a smart people, but be people who think smart." (Sandikovsky, 1989-20xx)
"You don't have to be a smart people, but be people who think smart." (Sandikovsky, 1989-20xx)

45 followers
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Dari judul tulisan ini aja sebenarnya gue udah ngerasa agak rancu & agak familiar sih, karena kalo gue justru kebayang gue order makan online, dateng masih hangat lalu disantap. Tapi abaikan judulnya, karena pada dasarnya gue bukan penulis yang jago…
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has shared content
Kafir Itu Istilah, Iman Juga Istilah

Kafir berasal dari bahasa Arab ka-fa-ra, yang artinya menutup. Sedang "Kafir" sendiri artinya orang yang menutup. Sebelum Islam, istilah Kafir digunakan untuk menyebut petani di Arab

Mengapa sebelum Islam, Kafir = Petani? Sebab kerjaan petani adalah menutupi benih dengan tanah agar bisa tumbuh. Tapi setelah datang Islam, istilah "Kafir" menjadi istilah syar'i

Dalam istilah syar'i, "Kafir" definisinya adalah orang yang menutup diri dari kebenaran Islam, Al-Qur'an sendiri mendefinisikan kafir adalah golongan ahlu kitab dan orang-orang musyrik - QS 98:6

Artinya, pengistilahan Muslim-Kafir ini adalah bagian dari Al-Qur'an, konsekuensi logis dari adanya keimanan. Sebagaimana surga-neraka, pahala-siksa, taat-maksiat, jujur-dusta, dan sebagainya

Maka saat seorang Muslim membaca Al-Qur'an, ya istilah itu tidak bisa dihindari, sebab sudah menjadi bagian dari syariat, yang istilah ini juga tak bisa dihindarkan dari konsekuensi hukumnya

Maka tidak bisa ketika seorang Muslim dipaksa tidak menggunakan kata "Kafir". Sebab itulah istilah yang Allah kenalkan di dalam Al-Qur'an dan juga istilah Rasulullah yang beliau sampaikan pada kita

Walau sebagian ulama juga lebih suka menggunakan kata "selain Islam", atau bahasa Indonesianya "non-Muslim", tapi apa definisi non-Muslim? Yaitu kafir, itu sudah jelas

Hanya perlu dijelaskan, bahwasanya ketika istilah "Kafir" ini digunakan, bukan berarti kita diperintahkan membenci semua kafir. Tidak begitu Rasulullah mencontohkan pada ummatnya

Toh kita saksikan, Rasulullah masih memperlakukan semua manusia sama, sama-sama tolong menoling dalam kebaikan, tetap bermuamalah dengan santun, dan berlaku adil pada mereka

Kafir hanya istilah saja, tidak lebih dari itu. Sedang perlakuan kita terhadap mereka yang kafir, itu tergantung bagaimana posisi mereka dalam timbangan syariat, semua ada aturannya dalam Islam

Terhadap mereka yang damai dan tidak memerangi kaum Muslim, maka wajib bagi kita memberikan haknya, berlaku adil pada mereka, menjamin ibadah sesuai dengan apa yang mereka yakini

Bagi mereka yang memerangi kaum Muslim, maka mereka pun diperangi, dan perang di dalam Islam, terikat dengan banyak sekali aturan, agar perang itu tetap dilaksanakan dalam etika syariat

Andaikata Islam memerintahkan kebencian terhadap orang kafir, tentulah di Indonesia sudah tidak ada lagi orang kafir, tentu di Spanyol, Turki, yang tinggal hanya orang Muslim saja

Tapi tidak begitu, agama Islam ternyata bukan ditujukan untuk homogenitas penduduk, tapi untuk pluralitas. Syariat Islam mengatur bagaimana Muslim dan selainnya bisa berinteraksi

Kesimpulannya, ketika Muslim menggunakan istilah "Kafir", itu bukan bagian rasis, tapi memang agamis. Buktinya, ras saya mongoloid, etnis cina, apakah ada yang bilang saya kafir?

Dan bila kaum Muslim menyerukan bahwa "Haram Pemimpin Kafir" hakikatnya itu adalah nasihat agama, samasekali tidak ada kebencian, sebagaimana kita sampaikan "Khamr haram", itu saja

Tapi ya iya, namanya manusia pasti punya perasaan. Dulu sebelum jadi Muslim, saya juga belum mengerti tentang istilah ini, ya tersinggung ketika dibilang "Kafir", kesannya nggak enak gitu

Dan bagi saya, disebut kafir itu akhirnya menjadi jalan hidayah. Akhirnya saya mempelajari Islam, memahami, dan menerima, bahwa kata "Kafir" itu hanya istilah, bukan bagian kebencian

Pun orangtua saya, dalam pandangan syariat ya sebutannya kafir. Hanya, apakah itu membatalkan kewajiban lain dari Allah bagi mereka? Birrul walidain? berbakti dan memuliakan mereka? Tidak

Alhamdulillah, saya sudah jelaskan banyak hal pada orangtua saya, dan mereka memahami istilah dalam Islam ini. Doakan ya, semoga mereka berdua beroleh hidayah Allah, menjadi Muslim taat

Kalau sudah dijelaskan masih mau maksa juga, nggak boleh pakai istilah "Kafir". Bukankah justru itu bertentangan dengan hak beragama? Yang justru bagian yang dijamin dalam negara ini?

Begitupun juga saat Muslim menolak kepemimpinan kafir, itu juga bagian agama, bagian syariat, bukan berdasar kebencian ras, suku, atau golongan, tapi hanya bagian dari hukum syariat, itu saja

Nasihat demi nasihat sudah kita gulirkan setiap saat. Yang Muslim tentu akan berbuat berdasar hukum Allah, sebab mereka tahu Allah akan menghisab setiap amalnya, lisan, tulisan, perbuatan, semua

Tak bosan kita mengulangi, bahwa dalam Islam, Allah mengharamkan pemimpin kafir dan sistem kufurnya. Dan mewajibkan pemimpin Muslim yang jalankan sistem Islam
Photo
Add a comment...

Post has shared content
Ada yang setengah mati, bahkan mati-matian, tewas-tewasan, untuk dapetin cinta manusia, sampe segalanya dikorbankan, harta, kehormatan, bahkan kemuliaan, literally everything

Padahal yang ngasi dia semuanya bukan yang dikejer-kejer itu, nggak jarang malah cinta manis diawal, nyesel diakhir, ditambah nyesek, pedih, sakit menerima kenyataan dikhianati

Ya itu dia, problemnya, anak muda yang jatuh cinta itu tuli, semua nasihat dianggapnya dengki, disuruh putusin aja, ngaji dulu, bagi dia itu ujian cinta, ya namanya juga anak muda

Sementara Dzat yang memberi cinta diabaikan, dianggap nomor kesekian. Aturan-aturan-Nya dianggap remeh, dilanggar, terus pengennya nyari kebahagiaan dunia akhirat, mimpi kali ye

Semua pengen masuk surga, tapi nggak banyak yang mau jalanin. Persis kayak semua pengen bahagia, tapi jalan yang ditempuh maksiat, alih-alih bahagia, yang ada sengsara kini dan nanti

Yang ngasi cinta dalam diri kita itu Allah, harusnya kita yakin bahwa kebahagiaan mencintai itu akan hadir, kalau kita mau mencintai sesuai dengan aturan-Nya, sesuai cara-Nya

Dan pantas saja kita nggak pernah merasakan cinta abadi dan sejati, sebab semua itu baru bisa ada, kalau Allah sudah kita cintai lebih daripada yang lain, lebih dari apapun juga

Makasi picnya Hijab Alila, sangat inspiratif :)
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded