Profile cover photo
Profile photo
Burung Kertas
9,072 followers -
Kecil.Romantis.Semoga Pintar.Semoga Baik.Semoga Sholeh
Kecil.Romantis.Semoga Pintar.Semoga Baik.Semoga Sholeh

9,072 followers
About
Burung's posts

Satu kali kiranya tak cukup
Jika kau sungguh untuk buktikan cinta
lakukan lagi dan lebih baik lagi
hingga masa demi masa bergulir tak terasa

Pohon yang kering menjadi hijau dan kering lagi
Jangan kau jemu untuk buktikan cinta
karena cinta tak di ukur dengan kata kata
tapi dengan perlakuan yang nyata
karena setia bukan hanya tak berpaling dari yang satu
tapi tetap kepada yang satu kau terus mencinta


Alan Khazanatul Asror

Post has attachment
Bisikan lirik terdengar samar
Merajuk pada suatu makna
Tapi terbentur oleh rumit nya memahami kata kata
Apa yang coba dia sampaikan
Hanya resah yang menunggu di akhir penantian

Terik nya kota hari ini
mencemoohku bahwa dia lupa lagi
Dan apa yang harus ku tunggu

Telan saja euforia yang semu itu
harapan yang sekilas bersinar
ibarat ekor bintang jatuh pada malam hari


Dan akhir nya kata 'Indah dalam sesaat' pun harus ku kecap juga



Photo

abjad tak mengenal rasa
coba mengetuk ngetuk sudut hati yang lama mati
kuasa yang mana yang akan kau depankan ?
kata di ujung lidahpun tak sanggup kau keluarkan
apa susah nya bersapa, tak bernyata bermayapun jadi.

tulisan lama dalam diari yang lusuh
kau buka pun buat apa ?
tinta di sana sudah kian pudar
kau baca pun tak terbaca,
karena cerita di dalam nya sudah lama tak bersinar.

semilir angin kian merajuk
dingin nya menelisik hati yang makin kalut
kau coba menelusuri cerita yang hilangpun buat apa ?
hanya menambah rusuh sudut hati yang lama mati.

_

Aku ingin bersyair
dengan bahasaku sendiri
tanpa perlu di pikir,hanya mengalir

syair yang dengannya aku senang
syair yang dengannya bisakah buat kau bingung ?

Musim hujan yang kian salah kaprah menghujam bumi
tapi tidak dengan syairku

Damai yang terpura pura kan di dalam situasi genting
Tapi jujurlah wahai syairku

Rinduku, ya Rindulah padamu
Takkan berpaling menjadi benci
Marah , ya redalah wahai amarah
Meledakpun dirimu takkan membawa damai di dalamnya

Petir yang bersahutan di tengah sejuta orang yang berteriak
aduhai berisik amat
Syairku di tengah - tengah mereka
berkata pelan dengan lemah lembut

.................................

Tidak kah kalian mendengar nya ??

Satu nama itu terbersit di antara lekukan hati
Di celah terdalam nya
Di bagian tergelap nya
Ibarat bintang jatuh menyinari langit malam
Sekilas nyata, indah, membekas namun sebentar
Terbentur oleh kenyataan bintang itu jauh dari jangkauan
Mungkin jatuh beribu juta cahaya dari tempat aku berdiri


Desss...
Hai,, embunkah yang jatuh di hati ini ?
sejuk, nyaman menenangkan
tapi kenapa cuman setetes ?
kenapa tidak sekalian saja kau guyuri dengan air hujan, biar kuyup


aah
Terlalu sebentar
Semuanya Terlalu sebentar
Belum sempat ku ukir semua wajahmu
Belum sampai tanganku menjabat tanganmu
Semuanya keburu memudar
Semuanya keburu hilang dan gersang
Sekedar nama yang membekas mewakili semua kenangan yang tidak utuh
Prasasti dari Janji yang sempat terlapazkan dengan setulus hati



~Kiminouara

Kamu...
Masa lalu dari cerita cerita terdahuluku
Disini masih ada tersimpan satu cerita
Pabila boleh mari kita kenang bersama

Disana, apa kabarmu
Kian tahun tidak ada kabar
Semoga makin hari makin baik baik saja
Demikian bukan, kata yang biasanya saling kita ucapkan

Angin wahai Angin !
Katakan kepada mereka sahabatku..
Aku Rindu.......

Jika harus menuai badai
Silahkan saja kau palingkan mukamu ke sisi yang itu
Jika menurutmu sisi itu menyenangkan
Membuat kau senang, kau nyaman.

Pilihlah ...
Walau di hati kecilmu, kau ragu
                                        Kau bimbang
Apakah sanggup badai itu kau terjang ?

Acapkali, hal seperti ini sangat manusiawi.
Sangat mudah di temui
kenapa kau tidak berguru dengan orang - orang yang terdahulu ?
Jika kau baca ini dan tidak menyadarinya
Mungkin mata hatimu telah buta
atau mungkin penafsiranku yang salah

Tanya hatimu
Pegang dada mu
Apakah sanggup badai itu ku terjang ?
Asal jangan hanya mengangan - angan.

Apa ada bedanya menulis dengan rima
                                               dengan indah
                                               dengan makna yang dalam
                                               atau hanya iseng

Jika yang di cari hanya sanjungan
                                          pujian
Maka apa yang ingin kau sampaikan
                                              lewat tulisan ??

Hanya pembodohan diri sendiri
             dan pengakuan diri
                         atas tamaknya dirimu akan sanjungan

Merdekalah dari semua itu !
Karena yang kita tahu pasti

Menulis dengan tidak menulis
Itulah perbedaan yang sangat nyata

Tanpa Menulis,
Kau ibarat hilang dari sejarah dunia.

Bolehkah
Kutatap wajahmu untuk waktu yang lama
Bukan hendak membuat dirimu risih
tapi jujur
aku hendak mencoba melukis wajahmu di hatiku

Siapalah aku
aku tak punya makna
aku tak punya apa apa
Tapi ketika aku memiliki kamu
Aku seperti memiliki segalanya
^_^

Post has attachment
Tertawalah Sayang...
Hiasilah hidup ayahmu dengan riangmu
Hiburlah ayahmu,, bakar hangus sedih dan laranya

Tersenyumlah Sayang
Senyum yang manis buat ayah bundamu
Senyum yang akan membias cahaya dan meredupkannya
Karena kamu dan hanya kamu, anak ku
Yang kini merajai hati ayahmu, Ibarat sinar di hatinya

Terimakasih sayang..
Telah hadir di antara kami

Terimakasih...
Photo
Photo
2015-03-24
2 Photos - View album
Wait while more posts are being loaded