Profile cover photo
Profile photo
Bisma Dewantara
89 followers -
Penikmat Kata Dan Nada - Nada Indah
Penikmat Kata Dan Nada - Nada Indah

89 followers
About
Posts

Post has attachment
Sebuah Mimpi 32 – Waktu Yang Melambat
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 31 – Bernyanyi Untukku    Siang itu, ketika
matahari tengah ada di puncak peraduannya. Aku masih terus menulis, melanjutkan
cerita itu sambil memikirkan beberapa hal secara bersamaan, entah hal yang
berhubungan dengan cerit...
Sebuah Mimpi 32 – Waktu Yang Melambat
Sebuah Mimpi 32 – Waktu Yang Melambat
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 31 – Bernyanyi Untukku
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 30 – Teman Lama    “Kamu semakin sering mendengarkannya, apa kamu suka dengan suara lembut itu ?” Kata Aiko yang menyapaku setelah aku selesai mendengarkan lagu – lagu kesukaanku itu.    Aku masih berpikir, malu – malu untu...
Sebuah Mimpi 31 – Bernyanyi Untukku
Sebuah Mimpi 31 – Bernyanyi Untukku
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 30 – Teman Lama
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 29 – Menulis Ulang    “Kamu sedang mencari siapa ?” tanya Aiko yang memperhatikanku mulai sibuk dengan layar ponsel sejak beberapa menit terakhir.    “seseorang, teman lama. Yang mimpi darinya memberi inspirasi cerita kedua...
Sebuah Mimpi 30 – Teman Lama
Sebuah Mimpi 30 – Teman Lama
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 28 – Permintaan Kecil
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 27 – Keinginan Sederhana    “rasanya sudah lama sekali aku tak menulis puisi” kataku untuk memulai kembali perbincangan diantara kami.    “ditulisanmu yang sebelum ini bukankah kamu menulisnya ?”    “iya, tapi bukan puisi y...
Sebuah Mimpi 28 – Permintaan Kecil
Sebuah Mimpi 28 – Permintaan Kecil
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 27 – Keinginan Sederhana
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 26 – Tempat Kembali    Sabtu malam, kata orang jadi malam yang romantis untuk anak muda dan anggap saja itu juga berlaku untukku dan Aiko.    Kami duduk berdua, bersandar satu sama lain dengan ditemani dua cangkir cokelat h...
Sebuah Mimpi 27 – Keinginan Sederhana
Sebuah Mimpi 27 – Keinginan Sederhana
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 26 – Tempat Kembali
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 25 – Harapan Dalam Tulisan    “aku mencintaimu , ,”    “aku tahu” kata Aiko sambil terus menatap mata ini “kamu hanya sedang lelah, karena itu bicaramu tidak karuan”    “aku tak tahu Ai, aku memang tak pantas untuk apapun k...
Sebuah Mimpi 26 – Tempat Kembali
Sebuah Mimpi 26 – Tempat Kembali
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 25 – Harapan Dalam Tulisan
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 24 – Membangun Awal    “kenapa kamu tersenyum sendiri seperti itu ? ekspresimu benar – benar terlihat aneh” kata Aiko membuyarkan bayangan yang baru saja aku rasakan. “apa kamu berkhayal yang aneh – aneh lagi ?”    aku berp...
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 24 – Membangun Awal
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 23 – Pikiran, Hati Dan Jiwa    Aku berhenti sejenak dari menulisku yang sudah menghasilkan beberapa lembar selama 1 jam terakhir, bersandar pada pohon yang sedari tadi jadi tempat berteduh untukku dan Aiko.    Tiba – tiba A...
Sebuah Mimpi 24 – Membangun Awal
Sebuah Mimpi 24 – Membangun Awal
lembar-nurani.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Sebuah Mimpi 23 – Pikiran, Hati Dan Jiwa
Tulisan Sebelumnya : Sebuah Mimpi 22 – Hidupku Untukmu    Aku terbangun dibawah rindangnya sebuah pohon, bersandar padanya sambil terus memandangi lebatnya daun hijau itu, hingga aku sadar sedang dikelilingi dengan daratan yang tak biasa. Daratan dengan rum...
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded