Shared publicly  - 
 
MAHANGETANG - Gunung Berapi Bawah Laut

Pulau Mahengetang, sebuah pulau vulkanis dengan luas hanya kurang lebih satu kilometer pesegi, memiliki potensi alam yang sangat luar biasa dengan keberadaan gunung api bawah laut di perairannya.

Se
panjang kepulauan Indonesia berada dalam jalur ‘ring of fire’ atau sabuk api Pasifik yang merupakan zona teraktif dengan deretan gunung vulkanis aktif. Dari beberapa penelitian dan survei kelautan, sebagian besar gunung api yang telah terdeteksi berada di kedalaman puluhan hingga ribuan kilometer. Di antara banyak gunung berapi yang berada di perairan cukup dangkal terdapat di Pulau Mahengetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.


Banua Wuhu, demikian masyarakat menyebut gunung api bawah laut yang berada hanya 300 meter dari sisi barat daya Pulau Mahengetang. Titik kepundan gunung ditandai oleh keluarnya gelembung di antara bebatuan di kedalaman 8 meter dengan suhu air rata-rata 37-38 derajat Celsius dimana di sejumlah lubang mengeluarkan air panas. Keunikan yang terdapat pada gunung berapi bawah laut di perairan Pulau Mahengetang ini sangat jarang dijumpai di tempat lain diseluruh dunia, titik lokasi gunung yang cukup dangkal, sangat memungkinkan untuk diselami. Selain itu didukung kondisi ekosistem bawah laut di perairan Pulau Mahengetang yang termasuk dalam wilayah ‘World Coral Triangle’ yang indah dan masih terjaga dengan baik. Gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter. Puncak gunung ini berada di 1.380 meter di bawah laut.

Eksotisme Mahengetang – Perjalanan Menuju Gunung Api Bawah Laut

Cahaya matahari dibiaskan oleh titik-titik air di udara. Kami berlayar melewati lorong pelangi dari Tahuna menuju Pulau Mahengetang. Kapal kami bak membelah hamparan cermin biru tak berujung. Air laut pagi itu sangat tenang. Burung-burung laut beraksi. Terbang menukik masuk ke dalam air dan keluar membawa ikan kecil di paruhnya.
Kami melewati beberapa pulau indah: Pulau Kalama dengan gua walet yang sangat besar dan Pulau Kahakitang dengan pantai dan terumbu karangnya yang indah, sebelum tiba di Pulau Mahengetang.
Tengah hari, kami tiba di pulau tersebut. Mengisi tenaga, kami memasak didepan rumah kepala desa dan makan siang. Masker, snorkel dan fins telah terpasang. kami ‘nyebur’ ke titik penyelaman. Jarak pandang sangat bagus, namun arus cukup kencang membuat tenaga begitu cepat terkuras.

EKSOTIS! Batuan-batuan berwarna kecoklatan akibat tertutup sulfur kontras dengan perairan yang kebiruan. Gelembung-gelembung kecil dan air hangat keluar dari titik kepundan gunung. Menjauh dari titik kepundan, karang-karang soliter mulai terlihat. Pada batuan yang kecoklatan terdapat bercak-bercak putih, yang menurut Ferdinan adalah Kalsium Karbonat, substrat untuk tumbuhnya karang, sehingga ada kemungkinan kelak lokasi ini akan menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang yang sangat baik. Jauh ke bawah, terdapat wall yang hanya dapat kami pandangi dari permukaan dengan ribuan ikan-ikan berenang disekitarnya.

AMAZING bukan?!
Translate
4
2
Amazing Indonesia's profile photoVita Nurrohmah's profile photoEmalia Andriani's profile photozafran septyono's profile photo
3 comments
Translate
Translate
 
nyesel jadinya sempet ada di kep. sangihe selama 4 bulan, tapi ga mampir ke mahengetang, sarannya kalian harus telusuri Kab. kep. Sangihe, buat pecinta pantai, diving, ini pulau keren deh
Translate
Add a comment...