Profile cover photo
Profile photo
Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia
Cinta untuk Semua, Tiada Benci bagi Siapapun
Cinta untuk Semua, Tiada Benci bagi Siapapun
About
Posts

Post has attachment

Post has attachment
Bertepatan dengan hari lahir Pancasila, 01 Juni dan penguatan kembali Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersama ini kami Jemaah Muslim Ahmadiyah Indonesia:

“Menegaskan bahwa seluruh sila dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selaras dengan nilai-nilai Islam tentang ketauhidan pada Allah swt, cinta kasih dan kepedulian yang tinggi pada sesama umat manusia, pentingnya mengutamakan persatuan umat, sikap mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan dan keadilan bagi siapapun tanpa diskriminasi”.

Post has attachment

Post has attachment
Kitab Suci Al-Quran tidak saja tanpa banding dalam keindahan komposisinya tetapi juga tanpa banding dalam segala keluhuran isinya. Hal ini merupakan suatu kenyataan karena apa pun yang datang dari Allah Yang Maha Kuasa tidak hanya bersifat unik dalam satu bidang saja, melainkan dalam keseluruhannya. Mereka yang menyangkal Al-Quran sebagai kebenaran dan wawasan yang bersifat komprehensif, sebenarnya tidak menghargai Kitab itu sebagaimana mestinya. Salah satu tanda guna mengenali Firman Tuhan yang benar dan suci adalah keunikan dalam sifatnya karena kami mengamati bahwa apa pun yang berasal dari Allah Yang Maha Agung selalu bersifat unik dan tanpa banding serta tidak bisa dipadani oleh manusia, meski pun hanya tentang sebutir biji gandum sekali pun.”

Post has attachment
Kisah-kisah yang dikemukakan di dalam Kitab Suci Al-Quran sesungguhnya adalah nubuatan-nubuatan yang diutarakan dalam bentuk cerita. Dalam Kitab Taurat, yang dimaksud adalah memang kisah-kisah saja, tetapi di dalam Al-Quran setiap kisah tersebut merupakan nubuatan berkaitan dengan Yang Mulia Rasulullah s.a.w. dan agama Islam dimana kenyataannya semua nubuatan tersebut telah terpenuhi secara nyata.”

Post has attachment
Mereka yang hanya mengandalkan logika saja sebenarnya sama saja dengan orang-orang yang berkekurangan dalam tindakan dan keimanan serta ketulusan perilaku, sebagaimana juga mereka berkekurangan dalam pengetahuan, pemahaman dan keyakinan. Kelompok orang-orang seperti ini tidak pernah menjadi teladan atau dimasukkan ke dalam kelompok jutaan orang-orang suci yang menjadi hamba Allah Yang diridhoi oleh-Nya.”

Post has attachment
‘Sesungguhnya telah Kami berikan kepada engkau tujuh ayat yang selalu diulang-ulang dan Al-Quran yang agung’ (QS.15 Al-Hijr:88).

“Berarti ketujuh ayat dari Surah Al-Fatihah secara ringkas telah mencakup seluruh maksud tujuan Al-Quran, sedangkan rincian detil tujuan-tujuan agama dijelaskan dalam surah-surah lainnya. Karena itulah surah ini dianggap sebagai Ibu Kitab (Ummul Kitab) dan Surah yang Komprehensif (Al-Kanz). Disebut sebagai Ummul Kitab karena semua tujuan yang dipaparkan dalam Al- Quran bisa diintisarikan daripadanya dan disebut sebagai Surah yang komprehensif karena secara ringkas mencakup semua bentuk ajaran yang terdapat di dalam Al-Quran. Berdasarkan alasan inilah maka Yang Mulia Rasulullah s.a.w. menyatakan bahwa mereka yang melafazkan Surah Al-Fatihah sama dengan membaca Al-Quran karena Surah tersebut merupakan cermin yang memantulkan isi daripada Al-Quran.”

Post has attachment
Allah menarik perhatian kita dalam berbagai ayat dalam Al Quran, malahan Dia telah memperingatkan kita, bahwa kehidupan jasmani kita di dunia beserta segala kenyamanannya, kesenangan, kenikmatan dan segala perlengkapannya adalah sementara, dan hal-hal itu nilainya tidak lebih dari permainan dan pengisi waktu. Mereka yang tidak peduli kepada Allah Ta’ala dan tidak mengindahkan tujuan kehidupannya di dunia dapat cenderung terpancing dan terpikat terhadap hal-hal duniawi yang demikian.

Post has attachment
“Salah satu karakteristik kerohanian daripada Surah Al-Fatihah adalah dimana jika seseorang melafazkannya dalam shalat dengan penuh perhatian dan menegakkan ajarannya di dalam kalbunya sendiri serta beriman atas kebenarannya maka kalbunya akan mengalami pencerahan. Kemampuan berfikir yang bersangkutan akan berkembang dan kegelapan manusiawi akan tersingkirkan sehingga ia mulai menikmati pengalaman keberkatan dari Sumber segala rahmat. Ia akan merasa dikitari nur keridhoan Ilahi dan maju ke tahapan terhormat dimana ia bisa berbicara dengan Tuhan-nya melalui kashaf dan wahyu yang benar. Ia akan memasuki lingkungan mereka yang dekat kepada Tuhan dimana ia akan menikmati keajaiban ilham dan pengabulan doa, menerima bantuan Ilahi serta dibukakannya hal-hal yang tersembunyi, suatu hal yang tidak terdapat pada manusia awam.”

Post has attachment
“Turunnya Firman Suci dari Allah swt. ke dunia untuk diketahui oleh para mahluk-Nya merupakan tuntutan dari sifat Rahmaniyat. Sifat Rahmaniyat dimanifestasikan tanpa harus didahului oleh tindakan siapa pun karena merupakan karunia dan sifat pengasih Allah swt. Tuhan sudah menciptakan matahari, bulan, air, udara dan lain-lain demi pemeliharaan dan kelangsungan hidup mahluk-mahluk-Nya dimana semua karunia dan kemurahan hati itu berkat sifat Rahmaniyat. Tidak ada seorang pun yang bisa menyatakan bahwa semua benda-benda itu tercipta sebagai imbalan dari tindakannya. Selain benda-benda ciptaan tersebut, Firman Tuhan yang turun untuk perbaikan dan pedoman bagi umat manusia juga terjadi berkat sifat Rahmaniyat. Tidak ada satu pun mahluk hidup yang akan bisa menyatakan bahwa Firman Suci Tuhan yang berisi kaidah-kaidah syariat-Nya itu diwahyukan sebagai akibat dari tindakan atau upaya atau pun sebagai imbalan dari kesalehan dirinya. Itulah yang menjadi sebab mengapa walaupun kenyataannya mungkin memang terdapat beribu-ribu orang-orang yang dianggap suci dan saleh yang menjalani hidupnya secara khusuk penuh ibadah, namun nyatanya Firman Allah Yang Suci dan Sempurna yang menyampaikan perintah-perintah-Nya kepada dunia dan memberitahukan kepada manusia tentang maksud-Nya, hanya diwahyukan pada saat dibutuhkan saja.”
Wait while more posts are being loaded