Profile cover photo
Profile photo
ACT - Aksi Cepat Tanggap (ACT for Humanity)
510 followers -
Care For Humanity
Care For Humanity

510 followers
About
Posts

Post has attachment
TIMIKA - Kalau gelombang laut di Papua sudah meninggi, kalau awan mendung di langit Papua sudah berarak pekat, rencana perjalanan lintas kabupaten menyusuri Tanah Papua bisa tertunda. Musababnya, tidak ada angkutan udara atau laut yang mau menembus berbagai risiko cuaca khas Tanah Papua. Di sini, risiko alam berkali-kali lipat lebih menakutkan.

Jamaluddin, seorang Nahkoda kapal kayu tradisional yang sedang berlabuh di Dermaga Merauke berkisah pada kami, Tim ACTNews. “Cuaca di Papua tidak bisa dilawan. Ombak di sini beda dengan ombak di Jawa atau laut lain. Di sini bisa di atas tujuh meter. Kalau sudah datang ombak, bisa datang dari semua arah. Kapal laut tidak berani berlayar.”

Kondisi cuaca serba pelik ini pula yang akhirnya memutar otak kami untuk mencari opsi-opsi perjalanan. Kami, tiga orang kru ACTNews menginjak tanah Papua bersama dengan 13 relawan dari Jakarta, mendukung segenap aktivitas kemanusiaan ACT dalam rangkaian aksi Kapal Kemanusiaan untuk Papua.
Add a comment...

Post has attachment
JAKARTA - Kapal Kemanusiaan ACT untuk Papua telah lepas jangkar, Sabtu (3/2) lalu. Keberangkatan kapal yang berisi bantuan pangan dan medis tersebut menjadi ikhtiar lanjutan ACT untuk mengentaskan krisis gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. Mengiringi keberangkatan Kapal Kemanusiaan Papua akhir pekan lalu, relawan medis ACT pun turut diberangkatkan dari Jakarta menuju Agats, Ahad malam (4/2).

Tiga relawan medis yang berangkat menuju Agats pada Ahad malam lalu (4/2) di antaranya dr. Arini Retno Palupi (dokter umum), Nurul Jannah (perawat), dan Harum Aulia Rahmawati, S.KM (ahli gizi). Mereka merupakan rombongan pertama dari 15 relawan medis ACT yang diberangkatkan secara bertahap selama tiga bulan. Setiap tim memiliki masa tugas selama 10 hari di lokasi yang sudah dikoordinasikan dengan Satgas/Otoritas Asmat.

Add a comment...

Post has attachment
Alam selalu menyajikan hamparan potensi kekayaan yang dapat diolah manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kekayaan di dalamnya, manusia sudah terpatri untuk selalu hidup berdampingan dengan alam. Pemanfaatan limpahan sumber daya alam yang terpendam dan tersebar di bumi nusantara cukup beragam. Ada yang memanfaatkan dari kekayaan tanah, laut, hingga sungai.

Melihat aktivitas di sungai misalnya, kita bisa menyaksikan bagaimana para nelayan mengkreasikan upaya untuk mendapatkan ikan. Satu keyakinan menetap di hati mereka, bahwa “jembatan rezeki” Ilahi ini akan selalu ada hingga akhir zaman. Ikan akan selalu ada untuk mereka tangkap, pancing, hingga jaring.

Namun, ikhtiar para nelayan tersebut bukan berarti tidak memiliki risiko. Ancaman tenggelam hingga hanyut selalu membayangi mereka, khususnya nelayan tradisional. Di Desa Jipang, Kabupaten Blora, ancaman ini nyata mewarnai aktivitas nelayan setiap harinya.
Add a comment...

Post has attachment
GAZA, Palestina – Mobil terpaksa berhenti di muka gang, jalan di kanan kiri menyempit tak muat untuk dimasuki badan mobil. Pilihannya hanya tinggal berjalan kaki, melintasi deretan rumah kumuh. Tak perlu lama memandang, rumah berderet itu nampak jelas punya tembok berwarna kecokelatan kusam, tanda sudah bertahun-tahun tak ada yang berubah, tidak ada bangunan baru.

Tembok di gang yang kusam dan kumuh itu pun punya arti bahwa ekonomi tidak ada yang berkembang di wilayah ini.

Hari itu di wilayah Jabalia, bagian Utara Gaza Palestina, di pekan ketiga Januari 2018, seorang mitra relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bermukim di Gaza punya antrean tugas. Ada beberapa karung beras, juga puluhan kilogram potongan daging-daging ayam yang sudah dimasukkan dalam kantung khusus. Bahan-bahan makanan itu akan dibagikan untuk beberapa keluarga terpilih yang menetap di wilayah kumuh Jabalia.
Add a comment...

Post has attachment
ASMAT – Hanya ada perahu bermesin motor dan kapal sampan kayu tradisional (kole-kole) yang menjadi satu-satunya alat transportasi di Kabupaten Asmat. Untuk menembus satu kampung ke kampung lainnya, tak ada motor apalagi mobil. Sebab, jalan yang ada hanya hutan-hutan dengan jalur sungai yang membelah dan menghubungkan tiap kampung. Perjalanan memang sulit, tapi ikhtiar Aksi Cepat Tanggap untuk merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat harus tetap berjalan.

Setelah Sabtu sore (20/1) kemarin tiba di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, tim Emergency Response ACT langsung menyiapkan bantuan paket gizi. Bantuan bahan makanan padat gizi disiapkan untuk menyuplai kebutuhan dapur umum yang sudah disiagakan sebelumnya oleh Pemerintah Daerah Distrik Agats.
Add a comment...

Post has attachment
COX’S BAZAR - Konflik atau krisis kemanusiaan selalu meninggalkan kerugian yang signifikan. Ketika peristiwa tersebut melanda suatu bangsa maupun kelompok masyarakat secara luas, dampak yang diderita bukan sekadar korban jiwa, trauma, atau hilangnya harta berharga. Seringkali, seluruh sendi kehidupan mereka lumpuh total. Dan membangun kembali kehidupan setelahnya bukanlah proses yang sesaat.

Masih teringat bagaimana krisis kemanusiaan besar di pertengahan 2017 lalu terjadi tak jauh dari Indonesia. Kekerasan dan pembantaian kembali menimpa etnis Rohingya di Myanmar, menyebabkan lebih dari 500 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Mereka tiba tanpa bekal yang memadai, dan membawa serta trauma yang cukup membekas. Dalam waktu singkat, kehidupan mereka jatuh terpuruk.

Sejak tragedi Rohingya mencuat pada Agustus 2017 lalu, bantuan kemanusiaan tak henti-hentinya disalurkan kepada para pengungsi Rohingya di Bangladesh. Selama lebih dari 4 bulan, Aksi Cepat Tanggap mendampingi fase demi fase yang dilalui para pengungsi eksodus mereka ke Bangladesh. Tak hanya mendampingi di masa tanggap darurat, namun juga hingga masa pemulihan. Ada ikhtiar besar bangsa Indonesia yang terselip dalam setiap aksi kemanusiaan di sana, yakni membangun kembali kehidupan Rohingya.
Add a comment...

Post has attachment
GAZA, Palestina - Harum beras seusai ditanak bisa jadi adalah hal yang sangat-sangat lumrah di tiap dapur-dapur rumah di seantero Indonesia. Gabah diolah menjadi beras, beras ditanak menjadi nasi, dan nasi pun menjadi panganan utama ratusan juta masyarakat Indonesia.

Tapi, itu di sini, di Indonesia negeri pangan nan subur. Negeri di mana jutaan hektare lahan sawah tetap tumbuh subur sepanjang tahun. Nasi, menjadi bahan pokok yang sangat mudah didapatkan.

Melompat sejenak dari Indonesia yang subur, bagaimana dengan kondisi pangan di Gaza Palestina? Ribuan kilometer terpisah jarak dari Indonesia, faktanya lebih dari 2 juta warga Gaza melanjutkan hidup dalam blokade. Memulai pagi sampai malam dalam penjajahan tanpa ujung.
Add a comment...

Post has attachment
Rumah merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia selain dari kebutuhan pokok lainnya, seperti pangan. Tidak terpenuhinya salah satu kebutuhan pokok manusia tersebut, maka akan berakibat lumpuhnya kehidupan manusia. Tempat tinggal atau rumah menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan sekali oleh manusia.

Manusia yang mempunyai rumah terkadang harus kehilangan rumahnya, bisa karena tertimpa bencana alam seperti banjir longsor, gempa, kebakaran dan angin besar (puting beliung). Ya, dengan kehilangan rumah otomatis korban menjadi sengsara karena tidak adanya tempat tinggal dan tempat berlindung.
Add a comment...

Post has attachment
GAZA - Detik-detik akhir tahun kemarin, ramai-ramai miliaran manusia di dunia merekam gambar-gambar dan cerita terbaik sepanjang tahun 2017. Cerita epik setiap individu itu kemudian diposkan ke dalam linimasa media sosial masing-masing. Di Instagram, Facebook, Twitter, miliaran pengguna media sosial menyampaikan hal yang sama: cerita-cerita terbaik tentang hari-hari, pekan, dan bulan yang menyenangkan.

Sampai akhirnya, tepat di ujung tahun 2017 kemarin tagar-tagar “momen terbaik 2017” pun hilir mudik dalam lalu-lintas media sosial seantero dunia, Ada rangkuman bahagia yang dibagikan di ujung tahun.

Akan tetapi, momen terbaik sepanjang tahun 2017 itu tak bakal pernah berlaku untuk Tanah Palestina. Tak ada tagar #bestnine2017 untuk jutaan penduduk Gaza dan Al-Quds yang terjajah, yang ada justru sebaliknya.
Add a comment...

Post has attachment
BLORA - Menyambut awal tahun 2018, aktivitas petani di Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban, Blora semakin padat. Bukan untuk mempersiapkan malam tahun baru, namun untuk menyambut masa panen yang datang lebih awal. Ahad pagi (31/12), puluhan petani sudah terlihat sibuk dengan peralatannya masing-masing. Mesin pengolah padi yang berfungsi memisahkan antara padi dan tangkainya sudah bergemuruh, bahkan sebelum matahari menampakkan diri.

Dengan lincahnya, tangan para petani itu memarit padi, tangkai demi tangkai, lalu kemudian siap untuk dipisahkan dengan tangkainya. Secara telaten, padi yang sudah dipisahkan dengan tangkainya itu diayak untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung besar. Setelah terkumpul, karung-karung padi itu akan diangkut menuju Lumbung Pangan Masyarakat binaan Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Panen pertama di tahun 2018 bukan sekadar menyambut masa panen pada umumnya. Ada momentum spesial di dalamnya. Panen raya yang tengah berlangsung di Blora pada awal tahun ini akan menjadi sumbangsih besar masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara di Palestina. Puluhan ribu ton beras tengah dipersiapkan demi bisa meringankan penderitaan rakyat Palestina yang masih dalam kungkungan penjajahan zionis Israel.
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded