Profile

Cover photo
Abdqadir Alhamid
Worked at jakarta
Attended makassar
922 followers|10,405,780 views
AboutPostsCollectionsPhotosYouTube

Stream

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
4
ananda herlina's profile photo
 
Prettt ormas pmbw onar ,sk nya demo dan demo ihikz
 ·  Translate
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
Hikmah suatu Cerita....

Jon, di desa kita ada warung jual miras. Ayo kita tindak!"
"Nggak usah. Yang penting kita sendiri jadi orang baik."
Sebulan kemudian.
"Jon, para pemuda mulai suka mabuk-mabukan di warung itu. Ayo kita tindak sebelum terlambat!"
"Buat apa? Lha wong mereka juga nggak ganggu kita, kok. Perbaiki diri sendiri dulu lah"
Sebulan lagi berlalu.
"Jon, sekarang warung itu dibangun tambah megah. Nggak cuma jual miras, sudah ada pelacurnya juga. Setengah penduduk desa sudah jadi pelanggan. Kalau kita tidak menindak sekarang, besok-besok kita nggak akan punya kekuatan lagi."
"Urus diri sendiri dulu, nggak usah ngurusin orang lain, doain saja ga terjadi apa apa"
Setahun kemudian.
"Jon, desa kita sudah jadi pusat maksiat. Masjid mau dirobohkan. Kamu, sebagai ta'mirnya, juga akan diusir."
"Lho, lho. Kok gitu? Ya jangan gitu, dong. Ayo kita lawan mereka!"
"Sudah terlambat, Jon. Kita sudah jadi minoritas. Dulu saat mereka dengan getol menanamkan ideologi dan memperluas kekuasaan, kita cuma sekedar jadi orang baik, cuma doa, Ternyata itu tidak cukup tanpa usaha"
 ·  Translate
1
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
INDIKASI KEBANGKITAN PKI SEJAK REFORMASI 1998

1. Tuntutan Pencabutan TAP MPRS NO XXV Th 1966 ttg Pembubaran dan Pelarangan PKI.

2. Peniadaan LITSUS (Penelitian Khusus) bagi Pejabat Publik untuk buktikan bersih diri dari unsur PKI.

3. Tanpa LITSUS banyak anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi PKI lolos menjadi Pejabat Publik di berbagai Daerah.

4. Tanpa LITSUS kini di DPR RI ada banyak turunan Keluarga PKI yang masih mengusung ideologi PKI.

5. Penghapusan Sejarah Pengkhianatan PKI dari Kurikukum Pendidikan Nasional di semua jenjang pendidikan.

6. Penghentian Pemutaran Film G30S/PKI di semua Televisi Nasional.

7. Maraknya film yang mengundang simpatik untuk PKI seperti film SENYAP dan GIE serta lainnya.

8. Munculnya Ormas dan Orsospol serta LSM yang berhaluan PKI seperti PRD dan PEPERNAS serta PAKORBA.

9. Terbitnya buku-buku yang membela PKI secara meluas tanpa batas dan dijual bebas.

10. Maraknya pembelaan terhadap PKI di berbagai Media Cetak dan Elektronik serta Medsos secara demonstratif dan provokatif.

11. Pagelaran Seminar / Temu Kangen / Dialog / Simposium / Diskusi Publik untuk Bela PKI.

12. Posisi KOMNAS HAM & berbagai LSM LIBERAL yang mati-matian membela PKI atas nama Hak Asasi Manusia.

13. Usulan penghapusan kolom agama dalam KTP sehingga memberi ruang kepada pengikut PKI untuk memiliki KTP tanpa beragama.

14. Desakan dan Tekanan terhadap Presiden Gus Dur, Megawati, SBY hingga Jokowi agar MINTA MAAF kepada PKI.

15. Dibangun dan diresmikannya MONUMEN LASKAR CHINA yang tidak lain dan tidak bukan adalah Laskar Komunis China POH AN TUI.

16. Partai Penguasa di Indonesia resmi kerja sama secara terbuka dengan PARTAI KOMUNIS CHINA dalam berbagai bidang.

17. Muncul kembali Jargon-Jargon PKI seperti REVOLUSI MENTAL dan SAMA RATA SAMA RASA serta MASYARAKAT TANPA KELAS.

18. Marak kembali logo PKI yaitu PALU ARIT yang dibuat di kaos dan kalender serta lainnya.

19. Munculnya foto-foto Tokoh PKI dalam Parade HUT RI di sejumlah daerah dan di Baliho bandara Soekarno Hatta.

20. Pengguliran RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) untuk mencari pembenaran bagi PKI.

21. Pengalihan Kiblat Pembangunan Ekonomi Indonesia ke China.

22. Peningkatan Kerja Sama dengan Negara China secara berlebihan, sehingga membuka pintu masuk imigran China ke Indonesia secara besar-besaran.

23. Pertemuan-pertemuan PKI sering dilaksanakan di Hotel Aryaduta karena berada di depan Patung Tani Mengusung Bedil yang merupakan Patung Angkatan ke-V Buruh dan Tani di Era Kejayaan PKI

24. Pagelaran Simposium Pemerintah ttg PKI di Th 2016 yang memposisikan PKI sebagai KORBAN.

25. Muncul Lambang PKI yaitu PALU ARIT di atas uang kertas resmi RI dipecahan rupiah 100 ribuan dan 20 ribuan serta 5 ribuan.

26. Presiden RI melarang TNI dan POLRI melakukan Razia atau pun Sweeping Lambang PKI.

27. Usulan pencarian dan penggalian kubur massal anggota PKI dengan mengabaikan korban pembantaian yang dilakukan PKI.

28. Sejumlah Tokoh Pendukung PKI galang dukung internasional untuk menggelar Pengadilan Internasional membela PKI.

29. Arahan Presiden RI agar memakai mata uang China YUAN sebagai standar bisnis dan perdagangan Indonesia di dunia internasional.

30. Lagu-Lagu PKI mualai didendangkan kembali.

http://www.habibrizieq.com/2016/12/indikasi-kebangkitan-pki.html?m=1
 ·  Translate
1
2
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
Shalawat ‘Azhimiyyah

(As Sayyid Ahmad bin Idris Thariqah Idrissiyah ).

Sayyid Habib Muhammad Al-Haddar mengatakan : "Barang siapa membaca shalawat Azhimiyyah 3 kali, maka dia akan mimpi bertemu Nabi SAW. ".

Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki berkata : "Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali sebelum waktu shubuh, maka ia dapat berguna untuk mimpi bertemu Nabi SAW.". (Habib Husin Muhammad Syadad bin Umar, Do'a-do'a bertemu Nabi SAW, hal. 146, Pustaka Hidayah).

Al Habib Ahmad bin Hasan ra. berkata: "Aku memberi salah seorang sadah (keturunan ahlul bait) ijazah untuk membaca sholawat ini, setelah ia meninggal dunia, aku mimpi bertemu dengannya, ia berkata kepadaku : 'ketika jasadku diletakkan di kubur, datang makhluk yang menakutkan dari alam barzakh. Sholawat Agung (Azhimiyyah) ini melindungiku hingga lenyaplah rasa takut dari hatiku".

Ada sebuah peristiwa menakjubkan sehubungan dengan shalawat ini. Al Arif billah Al Habib Abu Bakar bin Abdullah ‘Atthas memperoleh shalawat ini dari SAYYID AHMAD BIN IDRIS secara langsung .

Beliau lalu menulis shalawat ini dan menyimpannya dalam tas pakaian. Sewaktu berlayar dilaut , seorang darwis ahli sir batin dan kasyaf melihat cahaya keluar dari tas Habib Abu Bakar hingga ke langit. Ia lalu memberitahukan apa yang dilihatnya kepada Al Habib Abu Bakar.

Al Habib Abu Bakar berkata kepadanya, ” Tas ku ini hanya berisi pakaian dan shalawat”. Habib Abu Bakar lalu menunjukan sholawat itu kepada si Darwisy.

Sayid Ahmad Syarif as-Sanusi ra. meriwayatkan bahwa Sayid Muhammad bin Ali as-Sanusi ra. suatu ketika menerangkan keutamaan membaca Shalawat ‘Azhimiyyah, bahwa sesungguhnya membaca Shalawat ‘Azhimiyyah sekali menandingi bacaan Kitab Shalawat Dala-ilul Khairat sebanyak 33.333 kali. Ditanyakan mengapa demikian? Karena keutamaan Shalawat ‘Azhimiyyah itu disebabkan keutamaan para guru-guru ra. (yang meriwayatkannya).

Ada yang mengatakan barangsiapa mendawamkan shalawat ‘Azhimiyyah ini dengan istiqomah minimal setiap harinya 1 kali (dibaca 1x habis shalat) maka apabila ia mati maka kuburannya akan disinari dengan cahaya/lampu dari syurga dan dilapangkan kuburnya.

Inilah Shalawat ‘Azhimiyyah:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ اِنِّي اَسْاَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِ اللهِ الْعَظِيْمِ، اَلَّذِيْ مَلَأَ اَرْكَانَ عَرْشِ اللهِ الْعَظِيْمِ، وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ اللهِ الْعَظِيْمِ ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ ذِيْ الْقَدْرِ الْعَظِيْمِ، وَعَلَى آلِ نَبِيِّ اللهِ الْعَظِيْمِ، بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِ اللهِ الْعَظِيْمِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا فِيْ عِلْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ، صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ اللهِ الْعَظِيْمِ، تَعْظِيْمًا لِحَقِّكَ يَا مَوْلَانَا يَا مُحَمَّدُ يَا ذَالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ ، وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ مِثْلَ ذَلِكَ، وَاجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ كَمَاجَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالنَّفْسِ، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا، يَقْظَةً وَمَنَامًا، وَاجْعَلْهُ يَارَبِّ رَوْحًا لِذَاتِيْ مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ، فِي الدُّنْيَا قَبْلَ اْلآخِرَةِ يَاعَظِيْمُ

Allaahumma innii as ‘aluka bi nuuri wajhillaahil ‘azhiim,
Alladzii mala-a arkaana ‘arsyillaahil ‘azhiim,
Wa qoomat bihii ‘awaalimullaahil ‘azhiim,
Antusholliya ‘alaa mawlaanaa Muhammadin dzil qodril ‘azhiim,
Wa ‘alaa aali Nabiyyillaahil ‘azhiim,
Biqodri ‘azhomati dzaatillaahil ‘azhiim,
Fii kulli lamhatin wanafasin ‘adada maa fii ‘ilmillaahil ‘azhiim,
Sholaatan daa-imatan bidawaamillaahil ‘azhiim,
Ta’zhiiman lihaqqika yaa mawlaanaa yaa Muhammadu yaa dzal khuluqil ‘azhiim, Wasallim ‘alayhi wa ‘alaa aalihii mitsla dzaalik,
Wajma’ baynii wabaynahuu kamaa jama’ta baynar ruuhi wanafsi,
Zhoohiron wabaathinan, Yaqzhotan wamanaaman,
Waj’alhu yaa Robbi ruuhal lidzaatii min jamii’il wujuuhi,
Fid dunyaa qoblal aakhiroti yaa ‘Azhiim.

Yaa Allah sesunggguhnya aku memohon kepadaMu dengan cahaya Wajah Allah Yang Agung,
Yang memenuhi tiang-tiang Arasy Allah Yang Agung,
Dan dengannya berdirilah alam-alam (ciptaan) Allah Yang Agung,
Agar shalawat tersampaikan atas pelindung kami, Muhammad SAW, yang memiliki derajat yang Agung,
Dan atas keluarga nabi Allah Yang Agung,
Dengan ukuran Keagungan Zat Allah yang Agung,
Disetiap kedipan dan nafas, sebanyak apa yang termaktub dalam Ilmu Allah Yang Agung,
Shalawat yang abadi dengan Kekekalan Allah Yang Agung,
(sebagai) pengagungan terhadap Haq (kebenaran) engkau wahai Muhammad, yang memiliki akhlak (perangai) yang Agung,
Dan salam atas beliau SAW serta keluarganya, semisal yang demikian itu,
Dan satukanlah aku dengan Beliau sebagaimana Engkau satukan ruh dengan nafas,
Secara Zahir dan Batin, dalam keadaan terjaga (sadar) atau tidur (mimpi),
Dan jadikanlah beliau yaa Tuhanku, sebagai ruhani jiwaku, di setiap arah,
Didunia ini sebelum (datangnya) hari akhir, wahai Zat yang memiliki Keagungan.
 ·  Translate
7
Farid Fatonny's profile photo
 
Qobiltu.. 
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
PARA HABAIB DARI DULU PALING NKRI, DIANTARANYA YG JARANG ORG TAU ADLH GUBAHAN SYI'IR PUJIAN DI HARI KEMERDEKAAN UTK BUNG KARNO DAN BUNG HATTA YG DITULIS OLH AL HABIB MUHSIN BIN ABDULLAH ASSEGGAF......PARA HABAIB DARI DULU PRO NKRI.....SEBARKAN !!! BIAR UMMAT ISLAM FAHAM DAN TAU....!!
 ·  Translate
4
1
robitho huda's profile photo
2 comments
 
Klo habaib dr dulu emg pro NKRI tapi klo China dr dulu cm pro kelompok n golongan sndri
 ·  Translate
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
AL-QUR'AN DAN SANG JENDRAL
(diangkat dari kisah nyata)

Suatu sore pada tahun 1525, penjara tempat orang tahanan terasa hening mencengkam. Jenderal Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik ... itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara membaca Ayat Suci Al-aQur'an yang amat ia benci.
🗯" Hai ... hentikan suara jelekmu ❗️ Hentikan ‼️ teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi ❓ Lelaki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk 1 orang.

Dengan congkak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.

Sungguh ajaib ... tak terdengar secuil pun keluh kesah kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan pada sang algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih, "Rabbi, wa-ana 'abduka"

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir seraya berkata, 💭"Bersabarlah wahai Ustadz ... In syaa Allah tempatmu di Syurga."
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil Ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai.
🗯 "Hai orang tua busuk ‼️ Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu ❓❗️ Aku tidak suka apa-apa yang berhubungan dengan agamamu ‼️"

Sang Ustadz lalu berucap, 💬 "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala ... Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemui-Nya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk ❓ Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Lelaki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah.

Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil."
Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.

🗯" Berikan buku itu, hai laki-laku dungu ❗️" bentak Roberto.
"Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini ❗️" ucap sang Ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang Ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.

Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus.
Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

🗯 "Ah ... Rasanya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan ❓ Ya, aku pernah mengenal buku ini," suara hati Roberto bertanya-tanya.
Perlahan Roberto membuka lembaran pertama buku itu.

Pemuda berumur tiga puluh tahunan itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang Ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.

Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur sekira tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abaya-nya.

Sang bocah berkata dengan suara parau, 💭 "Ummi ... ummi ... mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ...❓ 💭 Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.

Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, 💭 "Abi ... Abi ... Abi ..."
Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

🗯"Hai ... siapa kamu ❓" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah
"Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi," jawab sang bocah memohon belas kasihan.
"Hah ... siapa namamu bocah, coba ulang ❗️" bentak salah seorang dari mereka
💭"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab agak grogi.
Tiba-tiba "plak ❗️" sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah.

🗯"Hai bocah ...❗️ Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang ADOLF ROBERTO... Awas ❗️ Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh ❗️" ancam laki-laku itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar dari lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang Ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, 🗯"Abi ... Abi ... Abi ..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bagian pusar.

Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, 🗯"Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..."
Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang Ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.

🗯"Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." terdengar suara Roberto memelas.

Sang Ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah SwT ...

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap, 💬"Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu."

Setelah selesai berpesan sang Ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah, 💬"Asyhadu an-laa Ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullullah ..."
Beliau pergi menemui Rabb-nya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini.

Ahmad Izzah mendalami Islam dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya.
Dialah ... "Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy"

Benarlah firman Allah ...
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
[QS Ar Rum : 30]

Masya Allah ...
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk mengenai qalbu kita untuk tetap taat kepadaNya ...

Semoga bermanfaat ...
😭😭😭
 ·  Translate
4
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
Trik metode kristenisasi canggih para missionaris: "Tugas kalian bukan mengkristenkan orang Islam tapi merubah cara berpikir orang Islam, agar nanti lahir generasi Muslim yang memusuhi Agama nya sendiri"

Trik ini berhasil.. lahirlah generasi Muslim liberal seperti sekarang ini
 ·  Translate
3
Add a comment...

Abdqadir Alhamid

Shared publicly  - 
 
"selamat datang" CHINA KOMUNIS

REKLAMASI17 Pulau Buatan yang 16 pulau rata-rata luas 50 Ha, kecuali Pulau G yang hanya 16 Ha, sehingga total luas Pulau Buatan selain pulau G adalah 800 Ha.

Jika yang boleh dibangun hanya 80%, karena ada aturan 20% harus diperuntukkam bagi Ruang Hijau. Jadi, yg boleh dibangun adalah 80/100 = 800 Ha = 640 Ha, selain pulau G.

Di atas tiap 1 Ha lahan bisa dibangun 10 Tower Apartemen dengan daya tampung per Tower Apartemen adalah 1000 unit rumah tinggal, sehingga di atas lahan 640 Ha bisa dibangun 6.400 tower dengan daya tampung 6.400.000 unit rumah tinggal.

Jika tiap unit rumah berisi suami isteri dengan dua orang anak, maka jumlah penghuni seluruh Pulau Buatan selain Pulau G adalah 6.400.000 x 4 orang = 25.600.000 orang.

Semua unit rumah di Proyek Reklamasi diiklankan di Singapura, Taiwan, Hongkong, Macau, Beijing, dan kota-kota lain di Cina. Infonya semua unit sudah habis terjual kepada China Asing.

Kini, Presiden RI izinkan warga ASING untuk dapat HAK MILIK tanah dan tempat tinggal. Dan Kemenkumham RI dalam Temu Wicara di Beijing mengumumkan pendaftaran online bagi siapa saja yang mau jadi warga negara Indonesia.

Jadi, jika REKLAMASI tetap dijalankan, maka penduduk DKI akan dapat tambahan 25,6 juta penduduk baru dari China Komunis, artinya dua kali lipat penduduk Jakarta saat ini.

Belum lagi ditambah dengan kelompok mereka yang sudah lebih dulu tinggal di daratan Jakarta seperti Apartemen Ancol, Pantai Mutiara dan Pantai Indah Kapuk, dsb.

Ke depan melalui Pilkada Langsung mereka akan selalu memenangkannya.

"selamat datang" China Komunis untuk kuasai Jakarta, selanjutnya Seluruh Indonesia.

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UUN ...

http://www.habibrizieq.com/2016/12/selamat-datang-cina-komunis.html
 ·  Translate
9
7
Fatimah Alkaff's profile photo
 
Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun
Add a comment...
Abdqadir's Collections
Work
Employment
  • jakarta
Basic Information
Gender
Male
Looking for
Friends, Networking