Profile cover photo
Profile photo
Agen Abaca Flash Card
6 followers -
Metode cara cepat anak lancar membaca dengan bermain kartu Abaca Flash Card
Metode cara cepat anak lancar membaca dengan bermain kartu Abaca Flash Card

6 followers
About
Posts

Post has attachment
Seri membaca 2 dengan game menguak misteri rumah stroberi #abacaflashcard
Add a comment...

Post has attachment
Salah satu cara agar keuntungan dan penjualan kartu abaca meningkat drastis adalah dengan menjadi agen resmi Kartu Abaca flash card. Berikut adalah untuk menjadi agen ataupun reseller kartu abaca flash card
Add a comment...

Post has attachment
Cerita lucu akhir pekan dan sekedar hiburan

Siapa penemu Australia
Guru : Budi, di mana letak Australia ?
Budi : Di sini, Bu! ( sambil menunjuk peta )
Guru : Bagus! Sekarang Agus, siapa yang menemukan Australia?
Agus : Budi, Bu!

#agenabacaflashcard  

More info http://goo.gl/KiJJ07
Add a comment...

Post has attachment
Kartu ABACA itu malah penyelamat anak-anak dari sistem yang tidak manusiawi alias tanpa game dll. Kita bantu anak-anak ini agar belajarnya tidak tertekan dan agar MEREKA MENCINTAI BELAJAR. BAHWA BELAJAR MEMBACA ITU MENYENANGKAN, BUKAN MOMOK YG DITAKUTI. Seperti halnya matematika saya juga ingin membuat medianya, dan menggeser pandangan anak-anak yang telah meyakini bahwa matematika itu momok, agar MEREKA MENCINTAI BELAJAR.
Bahkan anak berkebutuhan khusus yang kena autis adhd dan berbagai gangguan perhatian malah BISA MEMBACA berkat ABACA Flash Card
(Diena Ulfaty).
Photo
Add a comment...

Hati-hati ya Bunda tentang mengajarkan CALISTUNG pada anak usia dini.  Gunakan metode yang tepat dan sesuai dengan usia anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena 'Mental Hectic'.

''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada 'qitah'-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.
 
Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ''Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,''  jelas Sudjarwo.

Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ''Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,'' cetusnya.

Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ''Jadi tidak main-main itu, ada namanya 'mental hectic', anak bisa menjadi pemberontak,'' tegas dia.

Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009. ''SK nya sudah keluar, jadi jangan sembarangan memberikan pelajaran calistung,'' jelasnya.

Sosialisasi tersebut, kata Sudjarwo, telah dilakukan melalui berbagai pertemuan di tingkat kabupaten dan provinsi.  Maka Sudjarwo sangat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti komitmen pusat untuk mengembalikan PAUD pada jalurnya. ''Paling penting pemda dapat melakukan tindak lanjutnya,'' jawab dia.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Srie Agustina, Koordinator Komisi Edukasi dan Komunikasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), menyatakan, memilih mensosialisasikan produk pendidikan  merupakan bagian dari fungsi dan tugas BPKN untuk melakukan perlindungan terhadap konsumen. 

Dalam hal ini, kata Srie, BPKN memprioritaskan sosialisasi pada anak usia dini. Sebab berdasarkan Konvensi Hak Anak, setiap anak memiliki empat hak dasar.  Salah satunya adalah hak untuk mendapatkan perlindungan dalam kerugian dari barang dan produk, termasuk produk pendidikan. ''Untuk itu sejak dini anak dilibatkan, karena di usia itulah pembentukan karakter terjadi,'' papar Srie.

Namun menurut Srie, mengedukasi tentang sebuah produk harus menggunakan metode khusus.  Tidak dapat berwujud arahan dan larangan, namun dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan festival mewarnai sebagai salah satu teknik untuk memberikan edukasi. ''Dengan mewarnai, mereka bisa terlibat dan merasa lebur di dalamnya, selain itu dalam gambar yang diwarnai tersebut disisipkan pesan-pesan yang ingin disampaikan,'' pungkasnya.
Add a comment...

Post has attachment
Anak shaleh tentu idaman kita semua, sebelum meminta anak menjadi anak shaleh dan taat kepada orang tua, Mari kita shalehkan diri kita terlebih dahulu. Awali pagi ini dengan Bismillah
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Tidur siang ternyata memiliki dampak positif untuk anak maka biasakanlah putra-putri kita untuk menyempatkan tidur siang.
Add a comment...

Selamat Pagi dan mari kita awali dengan semangat dan senyuman terbaik
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded